Sabtu, 06 Jun 2026 18:03 WIB

BMKG Juanda Sidoarjo Modifikasi Cuaca, Tekan Curah Hujan Tinggi di Jatim

Kegiatan modifikasi cuaca oleh BMKG. (Foto: Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan for jatimnow.com).
Kegiatan modifikasi cuaca oleh BMKG. (Foto: Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan for jatimnow.com).

jatimnow.com - Curah hujan tinggi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memperpanjang modifikasi cuaca.

Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan mengatakan, saat ini masih berjalan kegiatan modifikasi cuaca oleh tim dari BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta vendor penerbangan.

Baca Juga: Cuaca Bersahabat Warnai Akhir Pekan di Surabaya, Cuaca Cerah Seharian

"Modifikasi cuaca ini bertujuan untuk mengurangi intensitas curah hujan di wilayah Jawa Timur," ucapnya saat dikonfirmasi Jatimnow.com, Sabtu (28/12/2024).

Diketahui, Desember sebagai puncak musim penghujan. Demikian juga Januari dan Februari, juga terdapat waktu tertentu dengan curah hujan sangat tinggi.

Menurutnya, kondisi ini menjadi upaya BMKG dan BNPB untuk menghindari dan mengurangi intensitas curah hujan yang tinggi.

Ia menjelaskan, dengan mengurangi intensitas curah hujan, maka daerah-daerah yang terdampak bencana hidrometeorologi basah di wilayah Jawa Timur akan berkurang

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini, Akhir Pekan Cerah Tanpa Hujan

"Jadi pengaruhnya juga untuk mengurangi banjir serta agar genangan cepat surut, maka dilakukan modifikasi cuaca," jelasnya.

Taufiq mengatakan, kegiatan ini sendiri bersifat scientist atau ilmiah, yaitu dengan mengamati pertumbuhan awan hujan yang akan masuk wilayah Jawa Timur.

"Kita modifikasi awan hujan yang ada di wilayah Jawa Timur tersebut, supaya bisa turun hujannya di wilayah lautan," ungkapnya.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Mengenai berbagai wilayah yang masuk tapal kuda, ia menyebut pertumbuhan awan juga dimodifikasi agar hujannya dapat turun di wilayah Selat Madura.

"Sehingga intensitas hujan bisa berkurang di wilayah daratan, kemudian dampaknya diharapkan wilayah-wilayah yang tergenang mengalami banjir bisa berkurang juga, meskipun sepanjang bulan Desember, Jawa Timur secara umum masih berada di puncak musim penghujan. Potensi bencana hidrometeorologi masih dimungkinkan terjadi di wilayah Jawa Timur," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.