Sabtu, 20 Jun 2026 00:48 WIB

Jembatan Penghubung Desa di Tulungagung Patah, Jalan Alternatif 4 Km

Kondisi jembatan yang patah dan tidak bisa dilewati kendaraan. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kondisi jembatan yang patah dan tidak bisa dilewati kendaraan. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah pengguna jalan yang melintas di jembatan penghubung desa Junjung Kecamatan Sumbergempol dan desa Wajak Kidul kecamatan Boyolangu kabupaten Tulungagung harus mengalihkan rute perjalannya. Pasalnya jembatan penghubung yang ada di lokasi tersebut patah dan tidak dapat dilewati kendaraan.

Maryadi (50) salah satu warga mengatakan, patahnya jembatan ini terjadi pagi tadi sekitar pukul 05.00 WIB. Sebelumnya hujan deras terjadi sejak sore hari. Derasnya hujan membuat debit air di sungai meningkat.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Jembatan ini patah setelah pondasi bagian tengah jembatan mengalami pergeseran. Hal ini dimungkinkan terjadi karena tingginya volume air sungai bercampur material sampah alam seperti potongan bambu dan Enceng gondok yang tersumbat di bawah jembatan.

"Kalau nanti hujan lagi, apalagi airnya kaya gitu, bisa saja nanti beneran ambles jembatannya mas, lihat saja pondasinya kayak gitu," ujarnya, Senin (16/12/2024).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Air sungai ini juga menggerus pondasi bagian tengah jembatan. Tingginya volume air di sungai itu disebabkan karena intensitas hujan tinggi. Sejak Minggu sore hingga pagi masih turun hujan.

"Kalau wilayah Kalidawir hujan deras lagi, mestinya jembatan akan semakin parah, karena sungai ini kan jurusan Kalidawir sana," terangnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Sementara itu, Suwanto (42) pengguna jalan yang kerap melintas di jembatan ini menyebut, dengan ambrolnya jembatan ini harus memutar sampai 4 kilometer melalui jembatan lain yang menghubungkan kedua wilayah.

"Ada jembatan lain, tapi ya harus muter 4 kilometer, kalau jembatan lainnya ya lebar sih, truk bisa lewat," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.