Minggu, 21 Jun 2026 07:53 WIB

Untag Surabaya Dorong Pengembangan Usaha Mikro, Salurkan Hibah IRT-UM

  • Penulis :
  • | Sabtu, 14 Des 2024 11:17 WIB
Penyerahan hibah kepada para pemilik usaha mikro. (Foto: Den Gudel for jatimnow.com)
Penyerahan hibah kepada para pemilik usaha mikro. (Foto: Den Gudel for jatimnow.com)

jatimnow.com - Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag Surabaya) baru saja menerima hibah dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi untuk melaksanakan Program Pembinaan Industri Rumah Tangga dan Usaha Mikro (IRT-UM) 2024.

Hibah ini tidak hanya sekadar bantuan peralatan, tetapi juga membawa harapan baru bagi banyak usaha mikro yang selama ini berjuang untuk bertahan di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

Bagi sebagian pelaku usaha mikro, ini adalah titik balik yang sangat diharapkan. Program ini memberikan kesempatan untuk bertransformasi, dari usaha rumahan dengan modal terbatas, menuju pemain yang lebih kuat dan siap menghadapi pasar yang lebih luas.

Namun, di balik manfaat yang jelas, juga terdapat sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan agar bantuan ini dapat memberikan dampak yang maksimal dalam jangka panjang.

Langkah Transformasi bagi Usaha Mikro

Bagi Mahshunah, pemilik Bakso A3 yang berlokasi di Desa Domas, Kabupaten Gresik, bantuan ini adalah solusi konkret untuk memperbesar usaha yang telah digelutinya selama bertahun-tahun. Bakso A3, yang memproduksi bakso frozen, selama ini terbatas dalam hal kapasitas produksi dan kualitas produk.

Dengan bantuan mesin pengolahan dan peralatan modern seperti mesin pencetak bakso dan vacuum sealer, Mahshunah merasa kini mereka dapat melayani permintaan pasar yang terus berkembang.

“Ini bukan sekadar alat, ini adalah investasi yang akan memperbesar skala usaha kami. Sejak pertama kali kami mendapatkan bantuan, kami sudah merasakan perubahannya. Proses produksi jadi lebih cepat, hasilnya pun lebih konsisten. Harapannya, kami bisa memperluas pasar dan menciptakan lapangan kerja lebih banyak,” ujar Mahshunah dalam siaran pers, Sabtu (14/12/2024).

Namun, Mahshunah juga menyadari bahwa peralatan saja tidak cukup. Pendampingan manajerial dan pelatihan pemasaran adalah kunci agar usaha mereka bisa bertahan dan berkembang lebih jauh.

“Kami butuh pendampingan lebih lanjut, bukan hanya dalam hal produksi, tetapi juga dalam pemasaran dan pengelolaan keuangan yang lebih profesional,” tambahnya.

Pemberdayaan Berbasis Keterampilan

Srinah, pemilik Pia Mahen di Porong, Kabupaten Pasuruan, mengungkapkan hal serupa. Pia Mahen, yang memproduksi pia khas Porong, telah menerima bantuan berupa mesin pengaduk dan dehydrator. Peralatan ini diharapkan dapat mempercepat proses produksi dan menjaga konsistensi kualitas produk.

Baca Juga: Untag Surabaya Paparkan Strategi Internasionalisasi Kampus Swasta di Forum Pendidikan Global Tiongkok

Namun, ia juga menyebutkan bahwa keterampilan manajerial dan akses ke pasar yang lebih luas tetap menjadi tantangan terbesar.

“Saya sudah merasakan manfaatnya dalam hal kualitas produk dan pengemasan, tetapi untuk bersaing di pasar yang lebih besar, kami membutuhkan pengetahuan lebih dalam hal digital marketing dan branding. Kami berharap Untag Surabaya bisa memberikan dukungan lebih pada aspek ini,” kata Srinah.

Meskipun bantuan ini menjadi pintu masuk menuju pertumbuhan, digitalisasi dan akses pasar yang lebih besar adalah tantangan yang harus segera diatasi agar usaha mikro ini dapat mencapai potensi penuhnya.

Tantangan yang Belum Selesai

Bagi Agen Kupang Merah Putih Sutoaji di Kabupaten Sidoarjo, masalah utama adalah distribusi dan jangkauan pasar. Produk mereka, yang berupa kupang merah dan krupuk kupang, sangat tergantung pada pemasaran offline yang terbatas.

Walaupun hibah ini membantu mereka dalam hal peralatan pengemas dan peralatan produksi, akses pasar yang lebih luas masih menjadi tantangan besar.

Baca Juga: Ketika Riset Menjadi Administrasi, Negara Kehilangan Senjata

“Peralatan yang kami terima sangat membantu dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi, tapi kami masih kesulitan menjangkau pasar yang lebih luas. Untuk itu, kami berharap ada pelatihan lebih lanjut dalam hal pemasaran digital dan strategi branding,” ujar Muslimah, pemilik usaba.

Ciptakan Ekosistem yang Mendukung

Program IRTUM tidak hanya fokus pada pemberian alat, tetapi lebih kepada penciptaan ekosistem pendukung yang dapat mempercepat proses transformasi usaha mikro.

Ketua Pelaksana Program, Dr. Achmad Yanu Alif Fianto, menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada bantuan peralatan, tetapi juga pada pendampingan berkelanjutan dalam hal pengelolaan usaha, pemasaran, dan pengelolaan keuangan.

“Peralatan adalah hal pertama yang kami bantu, tetapi keberlanjutan dari program ini sangat bergantung pada pendampingan intensif yang kami berikan. Kami tidak ingin usaha-usaha ini hanya berkembang dalam jangka pendek, tetapi juga bisa bertahan dan berkembang secara berkelanjutan,” ujar Achmad.

Menurutnya, untuk menciptakan usaha mikro yang mandiri dan berdaya saing, diperlukan perubahan mindset dari sekadar usaha kecil menjadi usaha profesional yang siap untuk berekspansi dan berinovasi.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.