Jumat, 19 Jun 2026 12:27 WIB

Banjir Rob di Sedati Sidoarjo Belum Surut, Petani Merugi

Banjir rob yang menggenangi ratusan hektar lahan tambak di pesisir pantai timur Sedati Sidoarjo. (foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com).
Banjir rob yang menggenangi ratusan hektar lahan tambak di pesisir pantai timur Sedati Sidoarjo. (foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com).

jatimnow.com - Banjir rob masih merendam ratusan hektare lahan tambak di pesisir pantai timur Sedati Sidoarjo, Kamis (12/12/2024). Para petani mengaku pasrah, sembari berharap pemerintah segera turun tangan membantu mereka yang sudah merugi.

Salah satu petani tambak Desa Kalanganyar Sedati Sidoarjo, M. Sokeh yang lahannya terendam karena terdampak rob mengatakan, pihaknya pasrah akibat musibah ini. Sejauh ini ia telah mengeluarkan biaya yang banyak untuk penanganan perbaikan lahan tambak miliknya.

Baca Juga: Dampak New Moon, Banjir Rob Ancam Pesisir Jatim 12-18 Juni 2026

"Ya gimana lagi, saya pasrah sudah berupaya untuk meninggikan dan perbaikan tanggul, saya mewakili ratusan warga petani tambak yang terdampak musibah rob ini, kejadian ini sudah lama dan kondisinya masih tetap tidak berubah," ucapnya, Kamis (12/12/2024).

Ia berharap agar pemerintah daerah lekas mengambil tindakan. Karena mereka telah mengeluarkan biaya ratusan juta.

"Kami benar-benar berharap ada campur tangan dari pihak pemerintah. Karena tidak hanya biaya banyak yang telah kami keluarkan. Tidak hanya puluhan juta, tapi sampai ratusan juta rupiah, belum tenaga dan waktu," jelasnya sambil menyeka air mata.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

"Saya berharap pemerintah yang sudah jadi dan menang dalam pemilihan pilkada ini melihat tangisan kita para petani tambak, baik Bupati dan Gubernur agar membantu kami," imbuh Sokeh.

Senada dengan Sokeh, pemilik tambak Desa Tambak Cemandi di desa Segoro Tambak Sedati Sidoarjo, M Fadholi juga berharap pemerintah untuk segera turun tangan meninjau dan memberikan bantuan.

"Saya berharap agar pemerintah melihat langsung dan turun tangan ke bawah, gimana nasib petani yang terdampak rob ini, gimana susahnya kita yang dampaknya juga keluarga kita. Pendapatan sudah hilang, hutang semakin bertambah dan tidak ada pemasukan," tegasnya.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Lebih lanjut, Fadholi bersama para petani tambak lainnya akan mendatangi kantor bupati maupun kantor gubernur untuk menyampaikan keluhan mereka.

"Kita akan datangi secara bersama tentang permasalahan soal rob ini. Karena sampai sekarang belum ada tindakan dari pemerintah baik daerah maupun provinsi, sementara kita memang butuh bantuan untuk menyelesaikan persoalan ini," pungkas Fadholi.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.