Kamis, 18 Jun 2026 05:24 WIB

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Sekeluarga di Kediri, Bukan Murni Perampokan

Pelaku pembunuhan sekeluarga di Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Pelaku pembunuhan sekeluarga di Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Polres Kediri mengungkap motif pembunuhan keji sekeluarga di Dusun Gondanglegi, Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Aksi yang menewaskan Agus Komarudin (38), bersama istrinya Kristina (34) dan anak pertamanya Christian Agusta Wiratmaja Putra (9) itu bukan murni perampokan.

Pelaku adalah Yusa Cahyo Utomo, adik kandung korban Kristina. Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto, dalam press conference, pada Jumat (6/12/2024) menyebut pelaku sakit hati karena niatnya meminjam uang ditolak oleh korban. Dia juga melukai anak kedua korban.

Baca Juga: Bayi Dibuang di Pinggir Sawah Kediri Diserahkan ke Dinsos, Polisi Buru Ibu Kandung

“Iya, tersangka adik kandung dari korbannya sendiri (Kristina), Yusa residivis mantan pelaku jambret,” kata Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto, dalam press conference, pada Jumat (6/12/2024).

“Motifnya diduga tersangka sakit hati dengan korban karena berusaha meminjam uang dan meminta bantuan uang kepada korban namun korban tidak bisa membantu. Lalu tersangka sakit hati dan melakukan tindakan pembunuhan tersebut,” tambahnya.

Baca Juga: Pensiunan Guru SMA di Kediri Cabuli 12 Bocah, Ngaku Dipengaruhi Makhluk Gaib

Kejadian tragis itu terjadi pada Rabu (4/12/2024) sekitar pukul 03.00 WIB. Awalnya, pada Minggu (1/12/2024), tersangka sempat mengunjungi korban. Dia minta tolong namun tidak ditanggapi oleh korban. Diliputi amarah, bapak satu anak tersebut lalu datang pada Selasa malam dari Wates jalan kaki menuju Ngancar.

Setelah menghabisi korban, pukul 05.00 WIB pelaku meninggalkan TKP dengan membawa barang bukti yaitu mobil Avanza warna silver, beberapa handphone, emas, dan barang-barang lainnya yang milik korban. Dia kemudian ditangkap di Lamongan dalam 1x24 jam.

Baca Juga: Pria di Kediri Pasok Pertalite ke Pom Mini, Bolak-balik SPBU Kumpulkan 300 Liter per Hari

“Jadi, pasal yang kita kenakan adalah pasal pembunuhan berencana karena yang bersangkutan sudah menyiapkan alatnya berupa palu. Dari Kecamatan Wates dia berjalan kaki, dia menunggu sampai korban ketika pukul 03.00 WIB itu keluar dari rumah untuk pergi ke dapur,” jelas Bimo.

“Ketika korban keluar dari rumah tersangka sempat bertemu dan cekcok dan akhirnya dilakukan pemukulan menggunakan palu,” tandasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.