Minggu, 21 Jun 2026 22:05 WIB

Fraksi Golkar DPRD Jatim Desak Pembentukan BUMD Pangan, Dukung Makan Bergizi

  • Penulis :
  • | Selasa, 03 Des 2024 10:15 WIB
Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Jawa Timur, Pranaya Yudha Mahardhika. (Foto: dok. jatimnow.com)
Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Jawa Timur, Pranaya Yudha Mahardhika. (Foto: dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Jawa Timur, Pranaya Yudha Mahardhika, menegaskan pentingnya pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan di Jatim.

Pernyataan ini pun telah disampaikan saat pengesahan APBD 2025. Saat itu Fraksi Golkar secara resmi merekomendasikan agar Pemprov Jatim segera merealisasikan BUMD tersebut.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam

Menurut Yudha pembentukan BUMD Pangan diperlukan untuk mendukung program makan bergizi gratis dari pemerintah pusat.

“Jika program ini berjalan, triliunan rupiah akan berputar di Jawa Timur khusus untuk mendukung kebutuhan makan bergizi gratis. Untuk itu, kita perlu memastikan suplai pangan yang cukup dengan membentuk BUMD yang berfokus pada sektor ini,” ujar Yudha, Senin (2/12/2024).

Ia juga menekankan posisi strategis Jawa Timur sebagai penyangga pangan nasional, terutama dengan adanya Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.

Baca Juga: MBG, Korupsi dan Kegagalan Tata Kelola Kebijakan

“IKN secara geografis paling dekat dengan Jatim. Namun, IKN tidak memiliki lumbung pangan karena tidak memiliki sawah. Mereka hanya memiliki sawit dan batubara. Ke depan, kebutuhan pangan IKN akan semakin besar, dan Jatim dapat mengambil peran penting dalam menyuplai kebutuhan tersebut,” papar anggota Komisi C DPRD Jatim ini.

Pranaya menambahkan bahwa saat ini, banyak kebutuhan pangan di provinsi lain, termasuk Bali, masih bergantung pada Jawa Timur.

“Kebutuhan pangan untuk hotel dan restoran di Bali, seperti beras, ayam, dan ikan, sebagian besar berasal dari Jatim. Oleh karena itu, keberadaan BUMD Pangan sangat penting agar suplai pangan kita tidak bergantung pada provinsi tetangga,” tegasnya.

Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo

Ia juga menyoroti potensi revisi Peraturan Daerah (Perda) yang ada untuk mendukung pembentukan BUMD Pangan. “Kita bisa melakukan spin-off dari BUMD yang sudah ada, seperti Puspa Agro, untuk menjadi BUMD Pangan yang berdiri sendiri,” pungkas Yudha.

Dengan BUMD Pangan, Jatim diharapkan dapat memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan nasional dan memastikan ketahanan pangan daerah di tengah meningkatnya permintaan.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.