Selasa, 16 Jun 2026 08:55 WIB

Masa Tenang, APK Calon Kepala Daerah di Surabaya Mulai Dibredel

Pencopotan APK di Surabaya (foto: Pemkot Surabaya for jatimnow.com)
Pencopotan APK di Surabaya (foto: Pemkot Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Memasuki masa tenang Pilkada Serentak Jatim 2024, Alat Peraga Kampanye (APK) di Surabaya mulai dibredeli, alias di copot. Upaya penertiban ini dilakukan oleh petugas gabungan.

Mulai dari Satpol PP Surabaya, TNI, Polri, KPU, hingga Bawaslu. Kepala Satpol PP Surabaya M Fikser mengatakan, fokus penertiban utamanya di sepanjang jalan utama dan kawasan perkampungan.

Baca Juga: Balai Pemuda Dikosongkan, Ruang Ekspresi Seniman Surabaya Menyusut

"Satpol PP fokus di jalur utama, sedangkan di perkampungan dibantu oleh Satpol PP Kecamatan dan OPD setempat. Kami juga bekerja sama dengan Dishub untuk mengatur lalu lintas selama penertiban berlangsung,” kata Fikser.

Sementara Ketua Bawaslu Surabaya, Novli Bernado Thyssen, menyatakan bahwa masa tenang adalah waktu untuk memastikan tidak ada kegiatan kampanye dalam bentuk apa pun.

"Kami bersama KPU dan Satpol PP telah menginstruksikan jajaran di tingkat kelurahan dan kecamatan untuk menertibkan semua APK. Kami juga melakukan patroli pengawasan untuk mencegah pelanggaran seperti politik uang atau intimidasi pemilih,” ujar Novli.

Baca Juga: Satpol PP Surabaya Tertibkan PKL di Atas Saluran Air Kawasan Manukan

Di tempat sama, Ketua KPU Surabaya, Soeprayitno, menambahkan, semua APK yang dipasang oleh pasangan calon (paslon), partai, atau tim pemenangan harus diturunkan. 

Jika tidak diturunkan secara mandiri, Satpol PP akan menertibkannya dengan koordinasi bersama pihak terkait.

Baca Juga: Hiburan Malam di Sekitar Suramadu Beroperasi, DPRD Surabaya Usul Penindakan

"APK dari KPU sudah dibongkar oleh vendor yang ditunjuk. Namun, alat peraga sosialisasi (APS) yang berisi ajakan menggunakan hak pilih tetap diperbolehkan,” jelas Soeprayitno.

Menurutnya dalam penertiban ini, pemasangan APK dengan kawat menjadi kendala, terutama jika dekat dengan kabel listrik.

"Kami meminta petugas ekstra hati-hati untuk menghindari risiko aliran listrik selama pembongkaran,” tambahnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.