Kamis, 18 Jun 2026 06:09 WIB

Kasus Dana BOS SMK 2 PGRI Ponorogo, Rumah Guru Dijadikan Kantor Penyedia ATK

Kasie Intel Kejari Ponorogo, Agung Riyadi. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kasie Intel Kejari Ponorogo, Agung Riyadi. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Penyelidikan dugaan penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMK 2 PGRI Ponorogo terus bergulir. Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo bahkan telah menggeledah tiga lokasi berbeda untuk mencari barang bukti tambahan terkait kasus ini.

Kasie Intel Kejari Ponorogo, Agung Riyadi, mengungkapkan lokasi penggeledahan tidak hanya mencakup SMK 2 PGRI dan kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Ponorogo-Magetan. Penyidik juga menyasar satu lokasi tambahan yang diduga berkaitan erat dengan kasus tersebut.

Baca Juga: Kejari Jember Periksa 20 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Dana BOS

“Total ada tiga lokasi yang kami geledah terkait dugaan penyimpangan dana BOS di SMK 2 PGRI Ponorogo,” ujar Agung saat memberikan keterangan pada Sabtu (15/11/2024).

Lokasi ketiga yang digeledah adalah sebuah kantor penyedia alat tulis kantor (ATK) yang disebut-sebut menjadi rekanan sekolah. Namun, hasil penggeledahan di lokasi ini cukup mengejutkan.

“Ketika kami tiba, ternyata itu hanya sebuah rumah yang dihuni oleh salah satu guru dari SMK 2 PGRI Ponorogo. Tidak ada dokumen atau barang bukti lain yang dapat kami sita,” jelas Agung.

Kasus dugaan penyimpangan dana BOS di SMK 2 PGRI Ponorogo mencakup periode penggunaan dana dari tahun 2019 hingga 2024. Penyidik menduga adanya penggunaan dana yang tidak sesuai dengan peruntukannya berdasarkan pengaduan dari masyarakat.

Baca Juga: Kadindik Jatim jadi Saksi Kasus Penyimpangan Dana BOS SMK 2 PGRI Ponorogo

Sebelumnya, dalam penggeledahan di SMK 2 PGRI dan kantor Cabdindik, tim penyidik berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, seperti dokumen pencairan dana BOS, laporan pertanggungjawaban, serta perangkat elektronik seperti komputer dan laptop.

“Kami menemukan indikasi kuat adanya penyimpangan dalam pengelolaan dana BOS yang digunakan selama lima tahun terakhir,” tambah Agung.

Saat ini, tim penyidik masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait, termasuk pihak dari sekolah dan Cabdindik. Agung menegaskan, tidak menutup kemungkinan kasus ini akan menetapkan tersangka dalam waktu dekat.

Baca Juga: Kades Crabak Ponorogo Terjerat Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Rp343 Juta

Pihak Kejari Ponorogo menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini. Selain itu, penggeledahan ke berbagai lokasi dilakukan untuk memastikan tidak ada barang bukti yang hilang atau dimanipulasi.

“Kami akan terus mendalami kasus ini dengan hati-hati dan mengedepankan asas transparansi. Setiap perkembangan akan kami sampaikan kepada publik,” tutup Agung.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.