Kamis, 18 Jun 2026 23:49 WIB

Kadindik Jatim jadi Saksi Kasus Penyimpangan Dana BOS SMK 2 PGRI Ponorogo

salah satu barang bukti kasus dugaan penyimpangan dana BOS SMK 2 Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
salah satu barang bukti kasus dugaan penyimpangan dana BOS SMK 2 Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo terus menyelidiki dugaan penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMK 2 PGRI Ponorogo. Dalam perkembangan terbaru, Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, telah dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Kasi Intelijen Kejari Ponorogo, Agung Riyadi, mengonfirmasi bahwa Aries Agung Paewai memenuhi panggilan pemeriksaan pada Jumat (27/12/2024) lalu. Pemeriksaan berlangsung dari siang hingga sore hari.

Baca Juga: Kejari Jember Periksa 20 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Dana BOS

“Kami telah memanggil dan memeriksa Kadindik Jatim sebagai saksi terkait pengelolaan dana BOS,” kata Agung, Selasa (31/12/2024).

Namun, Agung menambahkan, materi pemeriksaan belum dapat disampaikan secara rinci karena masih dalam tahap penyelidikan.

Pemanggilan terhadap Aries Agung Paewai dilakukan setelah Kejaksaan mengeluarkan surat pemanggilan kedua.

Hingga saat ini, Kejari Ponorogo telah memeriksa 23 saksi, termasuk Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Ponorogo-Magetan periode 2020-2022 dan 2022-2023, pihak internal sekolah, serta penyedia barang dan jasa terkait.

Sebagai bagian dari penyelidikan, Kejari Ponorogo telah menyita sejumlah barang bukti, antara lain 10 unit bus dan tiga kendaraan roda empat. Tujuh unit bus saat ini dititipkan di gudang penyimpanan barang bukti Kejaksaan Tinggi (Kejati).

Baca Juga: Kades Crabak Ponorogo Terjerat Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Rp343 Juta

Selain itu, dokumen pencairan dana BOS, laporan pertanggungjawaban, serta sejumlah komputer dan laptop juga telah diamankan.

Penggeledahan sebelumnya dilakukan di SMK 2 PGRI Ponorogo, Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Ponorogo-Magetan, dan kantor salah satu penyedia alat tulis kantor (ATK). Penyelidikan ini mencakup penggunaan dana BOS dari tahun 2019 hingga 2024, menyusul laporan masyarakat yang mencurigai adanya penyalahgunaan dana.

“Penggeledahan ini dilakukan karena ditemukan indikasi bahwa dana BOS tidak digunakan sesuai peruntukannya,” jelas Agung.

Aries Agung Paewai mengonfirmasi pemanggilan dirinya oleh Kejari Ponorogo.

Baca Juga: Laskar Kamil, Bantahan Ketua KPU Sidoarjo, Dana BOS SMK 2 PGRI Ponorogo

“Saya hanya dimintai keterangan sebagai saksi terkait dana BOS,” ujarnya melalui pesan singkat WhatsApp.

Penyidikan kasus ini masih terus berlangsung, dan tidak menutup kemungkinan Kejari Ponorogo akan menetapkan tersangka dalam waktu dekat.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.