Rabu, 17 Jun 2026 17:47 WIB

Tim Pemeliharaan Banjir Kanal Lamongan Susuri Gorong-gorong Kali Dapur

Aksi petugas kebersihan Lamongan saat menyusuri gorong-gorong untuk hindari banjir. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Aksi petugas kebersihan Lamongan saat menyusuri gorong-gorong untuk hindari banjir. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Aksi petugas kebersihan yang tergabung dalam tim pemeliharaan banjir kanal kota Lamongan patut diacungi jempol. Menjelang musim hujan, mereka dituntut proaktif melakukan pembersihan.

Salah satunya mereka menyusuri gorong-gorong saluran Kali Dapur yang berada tepat di bawah jalan nasional Babat - Lamongan. Tumpukan sampah menyumbat aliran ini sehingga rawan banjir.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Kabid Operasi dan Pemeliharaan, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU-SDA) Lamongan Saiku Rohman mengungkapkan, pembersihan ini mereka lakukan setiap hari.

"Mereka terdiri dari 5 petugas 1 mandor, berjibaku dengan sampah setiap hari," ungkap Saiku, Kamis (14/11/2024).

Kendala setiap hari dihadapi tim pembersihan ini, yakni sampah basah yang memiliki bau yang menyengat. Tak sedikit dari petugas yang heran dengan fenomena sampah yang setiap hari menimbulkan masalah.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

"Heran tapi mau bagaimana, sampah selalu jadi musuh kami apalagi menjelang musim penghujan seperti sekarang," ujarnya.

Menurut Saiku, sampah yang banyak menyumbat saluran air yakni kategori sampah rumah tangga plastik pembungkus makanan, popok bayi, baju, sampai elektronik seperti televisi.

"Rata-rata sampah rumah tangga, kalau sudah tersumbat ya wajib harus dibersihkan," katanya.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Lebih jauh, Saiki meminta masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan jangan buang sampah di sungai, karena yang memikul beban berat adalah mereka para petugas kebersihan.

"Poinnya jangan buang sampah sembarangan apalagi di sungai, Lamongan rawan banjir maka harus didukung dengan sikap bijak memperlakukan sampah," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.