Rabu, 17 Jun 2026 06:22 WIB

Lukisan Sang Rembulan Berbahan Pelat Seng Karya Cewek Sidoarjo, Ini Maknanya

Nur Awwalur Rohmah dengan lukisan pelat seng buatannya di Hari Ayah Nasional. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Nur Awwalur Rohmah dengan lukisan pelat seng buatannya di Hari Ayah Nasional. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Hari Ayah Nasional memberikan kesan tersendiri bagi para buah hati dalam mengungkapkan rasa bangga dan sayang terhadap orang tua.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Nur Awwalur Rohmah (27) warga Wedoro Belahan Waru Sidoarjo. Ia menciptakan karya lukis pelat seng yang unik nan estetik.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

"Dalam rangka Hari Ayah Nasional ini, saya membuat karya lukis pelat seng untuk mengenang almarhum Ayah yang sangat saya banggakan," ucap Emma, panggilan akrabnya, kepada Jatimnow.com, Selasa (12/11/2024) malam.

Ia melanjutkan, lukisan pelat seng yang dibuatnya berjudul Sang Rembulan bercerita tentang mengenai kerinduan mendalam terhadap sosok almarhum ayah yang telah tiada sejak ia mengenyam kuliah di semester 2.

"Di sini ada bentuk bulan, wanita dan dua bunga matahari yang mempunyai makna penting. Bulan sebagai ayah, yang saya analogikan saya bertemu ayah kala itu hanya malam saja, karena saya kerja dan kuliah hingga malam dan setiap saya pulang, ayah selalu menunggu saya di depan rumah dan selalu bertanya bagaimana tentang hari ini," jelasnya.

"Dua buah bunga matahari menggambarkan sosok ibu dan adik saya. Saya selalu bersandar ke ayah, saya merasa tidak hanya surga di bawah telapak kaki ibu namun juga ayah, bagian penting di kehidupan kita semua. Setelah ayah tiada, saya baru merasakan hal yang berbeda," imbuhnya.

Selain dalam rangka Hari Ayah Nasional, Emma membuat lukisan pelat seng juga sebagai pembuktian kepada masyarakat, bahwa karya seni dapat diciptakan dengan bahan yang ekonomis.

"Saya ingin membuktikan bahwa dari bahan yang ekonomis dan mudah didapat kita dapat menciptakan karya seni bernilai tinggi," jelas Emma.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Bahan-bahan membuat lukisan pelat seng tergolong mudah didapat yang terdiri dari plat seng, spon, kertas dan pensil.

Ia juga memaparkan proses dan cara pembuatan lukisan pelat seng yang unik dan estetik.

"Pertama di bagian atas ada kertas, di tengah-tengah ada seng dan di bawahnya ada spon. Kita membuat design melalui outline, setelah itu kita balik, mana yang ingin kita timbulkan itu nanti yang kita tekan dengan cara mudah, bisa menggunakan pensil atau pulpen sesuai yang kita butuhkan volumenya," ungkap alumni Universitas PGRI Adi Buana Surabaya jurusan Pendidikan Seni Rupa angkatan 2020 ini.

Tidak mudah dalam membuat karya lukisan pelat seng. Menurutnya, kefokusan dan detail sangat diperhatikan.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

"Dikerjakan penuh kehati-hatian, jika terlalu menekan akan sobek, namun jika tidak pas, juga tidak akan terlalu timbul, jadi harus pakai feeling. Pengerjaanya paling sebentar 1 mingguan," imbuhnya.

Emma berharap lukisan plat seng karyanya bisa dkembangkan di ranah pendidikan.

"Karena bahan yang digunakan mudah didapat, saya berharap dapat dijadikan pembelajaran serta referensi pendidikan kesenian kedepannya. Diimana tidak hanya materi namun out putnya adalah karya," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.