Rabu, 10 Jun 2026 08:33 WIB

Gubernur Jatim Minta Kadispendik Tak Gaduh dan Tutup Medsos

Gubernur Jawa Timur Soekarwo.
Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

jatimnow.com — Gubernur Jawa Timur Soekarwo memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Jawa Timur Saiful Rahman agar segera menutup akun media sosial yang dimilikinya.

Menurut Soekarwo, media sosial yang digunakan mengklarifikasi permasalahan kekerasan yang terjadi di SMKN 1 Surabaya itu, tidak berbanding lurus dengan apa yang sebenarnya terjadi.

Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo

Terlebih vidie klarifikasi Saiful Rachman mengenai kasus kekerasan siswa yang beredar, seolah menyudutkan orang tua dan siswa. Sehingga makin menambah polemik.

"Sudah saya perintahkan tutup Twitter dan WA (WhatsApp) yang berbunyi begitu, jangan bikin gaduh," tegas Soekarwo kepada wartawan di Surabaya, Jumat (28/9/2018).

Selain itu, Pakde Karwo sapaan akrabnya juga meminta Saiful Rachman untuk turun langsung ke SMKN 1 Surabaya agar mengetahui secara langsung duduk permasalahannya.

Pada Hari Rabu, (26/9/2018) pukul 19.26 Wib, Kadispendik Jatim melalui akun Facebooknya bernama Saiful Rachman menuliskan pernyataannya atas insiden kekerasan di SMKN 1 Surabaya.

Berikut isi pernyataan yang dituliskan Saiful Rachman:

Assalamulaikum Wr. Wb. Hari ini viral di sosial media serta banyaknya WA dan telpon ke saya terkait kabar Kepala Sekolah SMKN 1 Surabaya menampar seorang siswa inklusi.

Sebagai Kepala Dinas saya sudah memanggil kepala sekolah didampingi Kacab Pendidikan Surabaya. Untuk mendengarkan klarifikasi kasus itu. Prinsipnya bahwa peristiwa itu memang terjadi, namun tidak dramatis sebagaimana diberitakan.

Tamparan itu bukan tamparan yang ada unsur sengaja mencelakakann, melainkan bentuk penegakan displin, dan tidak ada maksud mencederai siswa. Adanya siswa lainya dijambak atau dipukul, dari penjelasan tidak terjadi adanya prilaku itu.

Baca Juga: Ekonomi Ngagel Surabaya Mati Suri, Pemprov Jatim Diminta Turun Tangan

Kepala Sekolah memang menegur karena saat ujian berlangsung mereka sudah keluar kelas lebih dulu dan membuat gaduh yang bisa menanggu siswa lain. Bahkan, ketika hasil ujian diperiksa ternyata mereka tidak menyelesaikan soal soal ujian secara keseluruhan. Padahal, yang dibutuhkan adalah nilai maksimal.

Sehingga kepala sekolah menegur dan mengingatkan sebagai bentuk penegakan disiplin. Setelah saya mendengar itu, saya minta agar diselesaikan secepatnya. Dan pihak kepala sekolah sudah menyampaikan permintaan maaf dan mengaku salah.

Saya sudah minta kepada yang bersangkutan untuk menyelesaikan secara kekeluargaan. Sebab, apapun tindakan akan berdampak persepsi negatif apalagi mereka yang tidak tahu peristiwa yang sebenarnya. Dan, Insya Allah sudah tuntas.

Terhadap keinginan bahwa kepala sekolah harus mundur. Saya perlu tegaskan bahwa itu domain Dinas Pendidikan. Sebab, Dindik memiliki paramater tersendiri dalam menilai kesalahan seorang guru atau kepala sekolah.

Jadi, menuntut mundur bukan solusi. Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi semua guru di Jatim. Ambil hikmahnya untuk tetap hati-hati dalam bertindak.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

Guru adalah membina dan mendidikan. Mudah-mudahan dengan penjelasan ini masyarakat memahami. Dan mari sama sama menjadikan Pendidikan di Jatim semakin berkualitas.

Terima Kasih Mohon Maaf.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.