Minggu, 14 Jun 2026 23:40 WIB

Soal Pungutan Liar di SMKN 1, Ini Dugaan Ketua DPRD Surabaya

Ketua DPRD Surabaya saat bertemu kepala sekolah SMKN 1 Surabaya, Kamis (27/9/2018).
Ketua DPRD Surabaya saat bertemu kepala sekolah SMKN 1 Surabaya, Kamis (27/9/2018).

jatimnow.com – Ketua DPRD Surabaya Armuji sidak ke SMKN 1 Surabaya yang sebelumnya ada insiden kekerasan kepada muridnya. Pada saat itu, Armuji juga menanggapi tentang pungutan di luar biaya SPP.

SMKN 1 Surabaya memang diduga memiliki pungutan sekolah di luar biaya SPP. Hal tersebut disebutkan oleh para siswa. Pungutan itu mulai dari Rp 600 ribu untuk pembangunan parkir , atap lapangan indoor Rp 150 ribu, dan Dies Natalies sebesar Rp 150 ribu.

Baca Juga: Mencari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir

Menurut Armuji, mekanisme penarikan biaya tersebut sebelumnya pasti sudah mendapatkan persetujuan wali murid.

"Hal semacam itu tentunya harus dan sudah dirapatkan, di semua sekolah hal semacam juga ada. Kalau nggak setuju ya nggak mungkin ada tarikan," terang Armuji usai melakukan sidak, Kamis (27/9/2018).

Biasanya, lanjut dia, jika memang ada tarikan dimusyawarahkan dengan wali murid. Namun apabila hal tersebut sudah dilakukan, mungkin ada suatu miss komunikasi terhadap pihak sekolah wali murid dan siswa.

"Kita masih belum tahu, nanti ada audit dari BPK yang bisa mengetahui adanya kejanggalan atau pelanggaran. Kita serahkan ke dinas di provinsi karena ini wewenangnya mereka," ujarnya.

Sementara itu, Wakasek Kesiswaan SMKN 1 Surabaya Asslamet mengatakan beberapa tuntutan dari siswa yakni mereka meminta adanya edaran apabila ada pungutan, jam mengajar yang menurut siswa terlalu lama yakni yang seharusnya 8 jam menjadi 9 jam.

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 11

"Untuk keuangan yang memberatkan seperti lahan parkir sudah dibatalkan, mereka yang beraspirasi itu yang tidak paham atau belum mengetahui informasi tadi pagi. Apakah mereka itu pulang langsung atau keluyuran, ini amanah orang tua kalau misal kluyuran gak tepak, mending belajar di sini aja. Atau mungkin diganti ekstrakulikuler," imbuh Asslamet.

Selain itu, terkait lapangan parkir indoor dan dies natalies sudah disepakati oleh wali murid.

"Dies natalis itu kan acaranya OSIS sama ketua kelas yang mengundang apa yang mereka ingin tampilkan. Mungkin yang nggak setuju adanya wayang, itu kan buat guru-guru buat orang tua, melestarikan budaya juga. Mereka sudah sepakat," tandasnya.

Baca Juga: Tulungagung Deklasikan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Bebas Titipan

 

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.