Senin, 15 Jun 2026 09:50 WIB

Debat Sidoarjo soal SPBE, BAIK: Kinerja Terpantau, SAE: Persingkat Birokrasi

Suasana debat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Sidoarjo putaran kedua di Hotel Aston Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/ jatimnow.com).
Suasana debat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Sidoarjo putaran kedua di Hotel Aston Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/ jatimnow.com).

jatimnow.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo kembali menggelar Debat Publik Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Sidoarjo putaran kedua dengan tema Meningkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat dan Menyelesaikan Persoalan Daerah di Hotel Aston Sidoarjo, Kamis (31/10/2024) malam.

Pasangan Cabup dan Cawabup Wakil Sidoarjo nomor urut 1 Subandi - Mimik menyampaikan, akan meningkatkan Sistem Pelayanan Berbasis Elektronik (SPBE) dan membangun kultur ASN yang mempunyai integritas.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Mereka mengaku siap menyelesaikan persoalan daerah dengan mengandalkan smart city, dimana setiap layanan dilakukan secara digital.

Di bagian perizinan juga telah disediakan sistem Online Single Submission (OSS), berbagai aplikasi yang ada di Pemkab Sidoarjo akan diintegrasikan menjadi satu.

"Dengan smart city dan integrasi aplikasi layanan, maka kami bisa memantau setiap saat, jadi tidak mungkin bisa dinas bermain-main lagi, karena semuanya sudah berbasis elektronik," ucap Subandi.

Ia melanjutkan, mengenai percepatan kemandirian ekonomi, pasangan bertagline BAIK tersebut juga telah menyiapkan 14 program, yang salah satunya adalah makan gratis untuk fakir miskin dan dhuafa.

"Kami juga ada bantuan dana bergulir Rp50 juta untuk pelaku UMKM dan bedah 2.000 warung rakyat di Sidoarjo," jelasnya.

Kuota beasiswa untuk anak-anak Sidoarjo juga akan dilanjutkan dan ditambah dari 10 ribu menjadi 20 ribu beasiswa untuk anak-anak yatim.

"Ke depan tidak ada lagi anak-anak Sidoarjo yang putus sekolah, sehingga bisa meningkatkan SDM warga Sidoarjo," tegas Subandi.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Mengenai program bantuan keuangan khusus (BKK), Mimik menyebut Rp500 juta setiap desa juga dianggarkan sebagai upaya percepatan pembangunan di desa dan bisa membantu warga yang kurang mampu.

"Dengan pengalaman kami, saya yakin bisa mengatasi kemiskinan yang ada di Sidoarjo. Selama ini kami sudah buktikan semua itu. Kami turun langsung membantu masyarakat," ungkapnya.

Paslon 2: Persingkat Birokrasi

Sementara itu, Paslon nomor urut 2 Achmad Amir Aslichin-Edy Widodo (SAE) menyampaikan penerapan Sistem Pelayanan Berbasis Elektronik (SPBE) secara terpadu untuk mempersingkat birokrasi dan pelayanan masyarakat dengan menyiapkan beberapa program peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pula.

"Sidoarjo telah menerapkan berbagai aplikasi dalam penerapan SPBE dalam pelayanan pemerintahan. Namun, perlu adanya keselarasan dengan menyatukan beberapa SPBE itu menjadi satu aplikasi secara terpadu," terang Mas Iin, sapaan akrab Achmad Amir Aslichin.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

"Juga menyiapkan beberapa program peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam penerapan SPBE terpadu nantinya. ASN sebagai pelayan masyarakat juga bakal diberikan pendampingan agar lebih expert dalam pengaplikasian SPBE tersebut," imbuhnya.

Selain SPBE secara terpadu dengan satu aplikasi, paslon SAE juga menyiapkan pengembangan sektor ekonomi kerakyatan melalui anggaran Rp300 juta hingga Rp500 juta per dusun, sebagai upaya menekan angka kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.

"Penanganan kemiskinan dilakukan dengan penggunaan dana bantuan per dusun," tegasnya.

Ia berharap salah satu programnya menjadi solusi untuk pengembangan di sektor ekonomi kerakyatan, mulai dari pembukaan lapangan kerja dan pelatihan kerja per dusun ataupun desa.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.