Kamis, 18 Jun 2026 19:37 WIB

Sarekat Nisan Ziarahi Makam Guru Musik WR Supratman di Tulungagung

Sarekat Nisan Tulungagung saat berziarah ke makam WM Sastrodihardjo. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Sarekat Nisan Tulungagung saat berziarah ke makam WM Sastrodihardjo. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sekelompok pemuda yang menamakan diri Sarekat Nisan di Tulungagung memiliki cara berbeda untuk peringati Hari Sumpah Pemuda. Mereka melakukan ziarah ke makam WM Sastriduhardjo, sosok guru musik WR Supratman.

Pria yang memiliki nama asli Willem Martinus Van Eldik ini juga memberikan biola ke WR Supratman. Kelak biola tersebut digunakan WR Supratman saat memainkan lagu Indonesia Raya pertama kali di Kongres Pemuda pada tahun 1928 lalu.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Ketua Sarekat Nisan Tulungagung, Danang Sri Wikunandha mengatakan ziarah ini digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Mereka merasa bangga bahwa di Tulungagung terdapat sosok yang menjadi guru musik pertama WR Supratman. WM Sastrodihardjo juga merupakan kakak iparnya.

"Jadi WM Sastridihardjo ini menikah dengan kakak perempuan WR Supratman, tak hanya menjadi guru musik beliau juga memberikan biola kepada WR Supratman," ujarnya, Senin (28/10/2024).

WM Sastrodihardjo adalah seorang Indo-Belanda bernama asli Willem Martinus van Eldik. Dari hasil riset diketahui sosok ini bekerja sebagai sersan di tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) dan menikah dengan kakak perempuan WR Supratman, Rukiyem.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Hanya sedikit keterangan pada batu nisannya yang menyebutkan bahwa dia adalah guru musik WR Supratman. Informasi ini diperkuat oleh surat keputusan dari Departemen Penerangan Kabupaten Tulungagung pada 1979.

Makam tokoh ini berada di komplek pemakaman umum Ngujang dan tidak banyak diketahui masyarakat serta jarang dikunjungi sehingga kondisinya kurang terawat.

"Ini juga merupakan upaya edukasi kami bahwa di Ngujang ini terdapat makam tokoh yang berjasa," tuturnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Tak hanya berziarah, mereka juga memainkan lagu Indonesia Raya dengan biola di makam tersebut. Pemain biola, Kharida mengaku sangat bangga bisa membawakan lagu Indonesia Raya di makam guru musik WR Supratman ini. Rasa haru tak bisa ditahan saat Kharida memainkan nada lagu tersebut.

"Sangat bangga dan merasa terharu memainkan lagu Indonesia Raya ini," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.