Kamis, 18 Jun 2026 23:46 WIB

Klarifikasi Pihak Perumahan di Jember, Dinilai Rusak Rumah Warga Tanpa Perizinan

  • Penulis : Sugianto
  • | Sabtu, 26 Okt 2024 08:32 WIB
Direktur PT Arjuna Muda Mandiri memberikan klarifikasi (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Direktur PT Arjuna Muda Mandiri memberikan klarifikasi (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Arjuna Muda Properti selaku developer memberikan tanggapan terkait pembangunan perumahan di Kelurahan Kebon Agung, Kecamatan Kaliwates Jember yang dinilai berdampak merusak rumah warga dan belum mengantongi izin.

Direktur PT Arjuna Muda Properti, Pandu Satrio Nugroho menyampaikan, dari awal info itu tidak benar, pihaknya sudah memeriksa rumah Abdus Salam yang dikatakan rusak, tapi pihak pemilik rumah malah melarangnya masuk.

Baca Juga: Petani Sekti Ngadu ke DPRD Jember, Desak GTRA Selesaikan Persoalan

"Tidak benar jika kami tidak memiliki itikad baik. Dari awal, kami langsung konfirmasi ke yang bersangkutan," katanya, Jumat (25/10/2024).

Menurut Pandu, pihaknya melakukan normalisasi untuk jalan berdasarkan kesepakatan warga dan sudah membeli lahan tersebut untuk kepentingan bersama.

Awalnya satu meter, karena warga meminta untuk dilebarkan sebagai akses, lalu dilakukan normalisasi. Termasuk saluran air sebagai akses masuk alat berat, juga telah dinormalisasi.

"Lalu diklaim oleh Pak Abdus Salam, berdampak ke rumahnya. Kalau jalan tidak masuk ke kawasan izin, tidak ada di peta izin yang kita urus jalan itu," terangnya.

Terkait rumah warga yang berdampak debu, pihaknya belum mendapat konfirmasi dari warga, namun pihaknya telah berkomunikasi dan memberikan kompensasi kepada warga.

Terkait tudingan pembangunan perumahan yang belum ada izin, Pandu menegaskan semua izin sudah ada, namun ada beberapa yang masih dalam proses.

Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis

"Pengerjaan perumahan kita sesuai aturan, saya tidak mau melangkahi aturan yang ada. Warga sudah dikumpulkan, saya komunikasi ke warga terkait pembangunan dan petani sukarela tanahnya kita beli," urainya.

Bahkan pengakuan Pandu, pihaknya telah mengumpulkan warga, termasuk Pak Salam menyetujui pembangunan perumahan tersebut, yang dibuktikan tanda tangan hingga berita acara.

"Hubungan kami dengan warga dan petani tidak masalah, bahkan Pak Salam juga menghadiri persetujuan perumahan. Termasuk ke Ketua RT/RW kami komunikasi," tegasnya.

Sebelumnya, aktivitas pembangunan Perumahan di Kelurahan Kebon Agung, Kecamatan Kaliwates, Jember membuat warga sekitar geram. Warga mengeluhkan temboknya mengalami retak-retak.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

"Yang pasti saya paling dirugikan, dan saya menduga proyek ini tidak punya izin, saya sendiri tidak pernah dimintai tanda tangan," kata Abdus Salam warga setempat, Jumat (13/9/2024) lalu.

Menurutnya, pihak pengembang dari PT Arjuna Muda Mandiri Property tidak memiliki itikad baik karena tak mau memberi ganti rugi.

Ia meyakini, keretakan beberapa tembok rumahnya bersama warga di tersebut karena pengoperasian alat berat, dampak dari getaran hingga senggolan, dengan temboknya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.