Sabtu, 20 Jun 2026 23:39 WIB

Petani di Tamansari Jember Terancam Gagal Panen Lagi, Tidak Dapat Jatah Air

  • Penulis : Sugianto
  • | Kamis, 24 Okt 2024 19:45 WIB
Tanaman Petani Jember mengering kekurangan air (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Tanaman Petani Jember mengering kekurangan air (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Petani di Dusun Krajan, Desa Tamansari, Kecamatan Mumbulsari Jember, terancam gagal panen lagi, akibat kekeringan. Ini tahun ketiga mereka gagal panen karena tidak mendapat jatah air dari petugas ulu-ulu (pengelola air) setempat. 

"Kendalanya air disini, ulu-ulunya bilang tidak sanggup. Iya gagal sudah, mati semua tanaman disini," kata Agus salah satu petani setempat, Kamis (24/10/2024). 

Baca Juga: Ratusan Hektare Lahan Padi dan Jagung di Jember Diserang Hama Tikus

Pria yang akrab disapa Pak Feri ini mengatakan, sejumlah petani yang memiliki tanaman seperti jagung, cabai dan pepaya sudah terancam akan merugi kembali. Minimal 1 hektar kira-kira sampai 15 juta hingga 20 juta.

“Harapan saya, karena yang mengurus air tidak sanggup, ganti saja ulu-ulunya, biar petani itu enak," kesalnya. 

Sejumlah petani merasa kesal lantaran tidak pernah mendapatkan bagian air dari petugas ulu-ulu. Bahkan, ulu-ulu meminta uang sebelum sawah dialiri air. 

Baca Juga: Puluhan Tandon Air Disiapkan BPBD Tulungagung Untuk Antisipasi Kekeringan

"Kalau mau dikasih air bilangnya bon dulu Rp300 ribu satu petak, itu hanya bonnya saja, lain ongkos ke ulu-ulunya," akunya. 

Bahkan menurut Agus, petugas ulu-ulu yang sebelumnya air sangat mudah didapatkan para petani.

“Kalau sebelumnya tidak begini, bahkan tidak ada bon-bonan," urainya. 

Baca Juga: Pakar Ungkap Bahaya El Nino Godzilla 2026 dan Langkah Mitigasinya

Agus mengaku kesulitan air ini sudah dialami tiga musim oleh para petani, sehingga setiap panen dipastikan gagal panen.

“Gagal panen terus, kalau gak ingin gagal mengandalkan hujan," kesalnya. 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.