Minggu, 14 Jun 2026 10:55 WIB

Petani Tambak di Sidoarjo Gagal Panen Gegara Suhu Panas

Tambak milik Sogik di Desa Kalanganyar Sedati Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Tambak milik Sogik di Desa Kalanganyar Sedati Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Adanya fenomena alam perubahan iklim yang mengakibatkan suhu permukaan air memanas telah membuat petani tambak udang dan bandeng di Sidoarjo gagal panen. Akibatnya petani mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Petani tambak Desa Kalanganyar Sedati Sidoarjo, Mohamad Sogik (49) mengatakan sudah beberapa bulan ini petambak alami kerugian cukup besar.

Baca Juga: Ratusan Hektare Lahan Padi dan Jagung di Jember Diserang Hama Tikus

"Akibat perubahan iklim karena suhu permukaan air yang ada di dalam tambak mengalami peningkatan (panas) sehingga ikan bandeng tumbuhnya agak lambat karena air kolam tambak memgalami penguapan dan mengalami keasinan yang cukup tinggi," jelas Sogik kepada jatimnow.com, Senin (21/10/2024).

"Sejak beberapa bulan ini suhu di permukaan air kolam tambak mengalami peningkatan yang tinggi. Otomatis penguapannya juga tinggi, dampaknya air yang ada di dalam kolam rasanya sangat asin. Ini yang membuat ikan tidak bisa besar dan cenderung mengalami kematian tinggi," imbuhnya.

Ia melanjutkan untuk mencegah kerugian yang lebih besar, maka ia harus memanen lebih awal dari waktu yang telah ditentukan. Ia pun harus rela menjual hasil tambaknya dengan harga sangat murah.

Hal senada juga disampaikan M Kamun (51). Ia mengungkapkan perubahan iklim, terdampak pada udang vaname (panaeous vanamee) yang ia budidayakan.

"Gara-gara iklim panas ini rugi. Lumayan besar kerugiannya, mencapai ratusan juta," terangnya.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Lebih lanjut ia mengungkapkan delapan area tambak berisi udang vaname miliknya berumur 45 hari tiba-tiba mati, setelah mengalami suhu panas selama beberapa bulan ini.

"Kemarin udang tiga petak baru umur 45 hari mati. Saat itu cuaca lagi terik-teriknya Akhirnya daya tahan turun tubuh udang menurun dan mengalami kematian yang cukup tinggi," terang Kamun.

Dari pemaparannya, tidak sedikit petambak di Sidoarjo yang mengalami kerugian karena cuaca sangat terik saat ini.

"Gak sangka sama sekali, perubahan iklim ekstrem dampaknya luar bisa. Banyak petambak-petambak lainnya juga rugi besar," tegasnya.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Kamun mengungkapkan budidaya udang atau bandeng, menurut para petani butuh sinar matahari yang tidak banyak dan teriknya tidak terlalu panas sehingga tidak terjadi kematian massal yang sekarang terjadi.

"Kami berharap agar segera turun hujan sehingga meredam pemanasan yang ada di kolam tambak," pungkas Kamun.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.