Selasa, 16 Jun 2026 01:38 WIB

Mobil Pejabat Ditembak, Pemkot: Pelayanan Masyarakat Tak Terpengaruh

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Ery Cahyadi melayani warga di kantornya
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Ery Cahyadi melayani warga di kantornya

jatimnow.com - Pemerintah Kota Surabaya memastikan semua pelayanan kepada masyarakat di semua instansi tidak terpengaruh kasus penembakan mobil.

Sebagaimana diketahui, mobil pribadi milik Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Ery Cahyadi, ditembak orang tak dikenal ketika diparkir di depan rumahnya, Rabu (14/3/2018) siang.

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 11

Bahkan, pelayanan di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang berjalan seperti biasanya.

Di kantor dinas ini, terlihat masih banyak warga yang mengurus perijinan atau pun pengajuan beberapa proyek.

“Kami pastikan semua pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasanya. Pemkot harus tetap berjalan, pekerjaan tidak boleh berhenti, siapapun pejabat di Pemkot Surabaya harus berani dan tetap berjalan untuk menjalankan amar ma’ruf nahi mungki, demi kepentingan masyarakat,” kata Ery kepada wartawan di kantornya, Kamis (15/3/2018).

Menurut Ery, apa yang dialami dirinya itu merupakan salah satu resiko pekerjaan dan tugas yang harus dijalankan. Sebab, di dinasnya itu banyak mengurusi perijinan, proyek pembangunan atau pun penertiban.

Dan selama berjalan di garis yang benar, maka harus tetap dijalankan apapun resikonya. “Tapi sebenarnya menurut saya, ini hal biasa yang harus kita terima ketika menjalankan tugas,” tegasnya.

Ery juga mengaku sudah memaafkan pelaku dan tidak ada dendam pribadi kepada pelaku. Sebab, dia menilai bahwa manusia itu tak luput dari salah.

“Jadi, setelah ini saya seperti biasa, seperti yang dulu, tidak berubah. Saya pasrahkan semua nasib saya dan keluarga kepada Gusti Allah, karena yang menentukan nasib saya dan keluarga hanya Gusti Allah,” ujarnya.

Oleh karena itu, terkait prosesnya bagaimana, dan siapa pelakunya, Ery meminta untuk ditanyakan langsung kepada pihak kepolisian, karena pelakunya sudah tertangkap. Ia juga mengaku sangat menghormati proses hukum yang tengah dilakukan oleh pihak kepolisian.

“Biarlah proses itu berjalan di kepolisian. Karena hal itu biasa saja dan tidak masuk dalam pemikiran saya,” ujarnya.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Persoalkan Ultimatum 7 Hari Pengambilan Gamelan

Adapun yang dipikirkan saat ini adalah orang-orang PKL yang sudah dibongkar akan ditaruh dimana, berpikir bagaimana perijinan yang telah dikeluarkan itu sudah bermanfaat kepada masyarakat apa belum, termasuk ketika membuat jalan baru, apakah sudah bisa dinikmati oleh masyarakat apa belum.

“Itu yang ada di otak saya saat ini, bukan masalah itu (penembakan mobil),” imbuhnya.

Ia pun berharap supaya apa yang telah dialaminya itu menjadi pembelajaran bagi para pejabat pemkot, bahwa tugas dan kewajiban pemerintah memang seperti ini.

Ia juga meminta untuk selalu menjaga dan menjalankan amanah yang telah diberikan oleh Allah demi kepentingan masyarakat.

“Meskipun mungkin ada yang suka dan ada yang tidak suka, itulah resiko pekerjaan,” kata dia.

Baca Juga: Dua Bulan Operasi, 192 Bandit Jalanan Surabaya Dikerangkeng

Makanya, awak media apabila ingin menanyakan tentang kejadiannya, bisa langsung ke pihak yang berwajib. Bahkan, ia memastikan apabila ingin bertanya lagi kepada dirinya,  bisa bertanya tentang bagaimana menata Kota Surabaya menajdi lebih baik lagi ke depannya. "Sudahlah, ini sudah," pungkasnya.

 

Reporter: Fahrizal Tito

Editor: Arif Ardianto

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.