Kamis, 11 Jun 2026 04:28 WIB

DPRD Gresik Minta Pemkab Maksimalkan Retribusi dan Pajak untuk Tingkatkan PAD

Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir. (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)
Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir. (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

jatimnow.com - DPRD Gresik meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memaksimalkan sektor retribusi dan pajak daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai masih jauh dari target yang diharapkan.

Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir mengatakan, berdasarkan evaluasi, kinerja Pemkab Gresik dalam merealisasikan target PAD 2024 masih mencapai 61,54 persen

Baca Juga: Tunggakan Tembus Rp197 Juta, Aliran Listrik Rusunawa di Probolinggo Diputus

"Target PAD 2024 sebesar Rp1,597 triliun, tapi baru teralisasi Rp983 miliar," kata Syahrul Munir, Rabu (16/10/2024).

Masih jauhnya realisasi target, menurut Syahrul, salah satu penyebabnya adalah pengelolaan pajak dan retribusi yang belum maksimal. Hal itu membuat target PAD seringkali tidak tercapai.

Padahal, kalau melihat potensi riil di lapangan, banyak peluang yang bisa dimaksimalkan.

"Misalnya sektor pajak, kalau faktornya karena ketaatan wajib pajak, tentu bisa dimaklumi dan diupayakan. Yang dikhawatirkan justru dari internal pemerintah sendiri," ujarnya.

Baca Juga: Besaran Realisasi PAD Parkir Berlangganan di Tulungagung Telah Capai 21 Persen

Menurut dia, pajak daerah sering tidak tercapai karena database wajib pajak yang tidak up to date. Hal tersebut berdampak pada banyaknya tunggakan pajak, hingga membuat wajib pajak menghindari kewajibannya.

"Diperparah dengan tidak adanya inovasi peningkatan pajak," ucap politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Begitu juga dengan percepatan investasi dan pembangunan daerah. Para pelaku usaha menginginkan kecepatan layanan perizinan. Agar usaha yang dilakukan secara beroperasi dan merekrut pekerja.

Baca Juga: Target PAD Pasar Tahun Ini Naik, Disperindag Tulungagung Siapkan Strategi

"Namun yang seringkali terjadi adalah keterlambatan dalam mengurus perizinan," ujarnya.

Syahrul menambahkan, di sisa tahun anggaran 2024, pihaknya berharap agar OPD penghasil mampu memaksimalkan potensi. Khususnya menggenjot pendapatan asli daerah dari berbagai sumber.

"Capaian pada tahun ini akan menjadi pertimbangan dalam menyusun Rancangan APBD 2025. Karena berkaitan denganu kondisi fiskal daerah," pungkasnya. (Adv)

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.