Rabu, 17 Jun 2026 04:58 WIB

149 Kader GP Ansor Ikut Seleksi Magang Jepang di STAI Diponegoro Tulungagung

Peserta seleksi program magang Jepang saat mengikuti tes. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Peserta seleksi program magang Jepang saat mengikuti tes. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan kader GP Ansor dari beberapa wilayah di Indonesia mengikuti seleksi program magang kerja di Jepang. Program ini merupakan bentuk kerja sama antara Kementerian Tenaga Kerja, dengan IM Japan.

Dalam seleksi ini, mereka akan dites kemampuan akademik dan fisiknya, sebagai salah satu standart kelulusan peserta program magang kerja. Seleksi diadakan di Kampus 2 STAI Diponegoro, Ngantru, Tulungagung.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Ketua panitia seleksi, Anas Saikhu menjelaskan sebanyak 149 kader Ansor mengikuti seleksi ini. Terdapat beberapa seleksi yang harus mereka ikuti.

Pertama adalah seleksi tes matematika, tes kesemaptaan tubuh, tes fisik dan wawancara. Nantinya setelah lolos tes tersebut mereka diberi waktu untuk belajar Bahasa Jepang dan mengikuti tes bahasa.

"Proses seleksi cukup panjang, bisa memakan waktu hingga 1 tahun sampai mereka berangkat ke Jepang," ujarnya, Rabu (9/10/2024).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Para kader ini akan dikontrak selama tiga tahun oleh pihak perusahaan di Jepang. Kontrak tersebut bisa diperpanjang selama dua tahun jika pihak perusahaan berkenan. Selama ini peserta magang asal Indonesia banyak diminati oleh perusahaan di Jepang. Mereka dikenal memiliki fisik yang tangguh untuk bekerja.

"Mereka akan ditempatkan di beberapa perusahaan yang membutuhkan," imbuhnya.

Sementara itu perwakilan dari IM Japan, Fujita menjelaskan kebutuhan pekerja di Jepang cukup tinggi. Pihaknya tidak pernah membatasi jumlah yang lolos dalam program magang ini.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Salah satu sektor yang membutuhkan pekerja adalah bidang kontruksi. Sedangkan untuk perempuan biasanya bekerja sebagai perawat lansia.

"Mereka akan bekerja di beberapa sektor seperti industri dan bangunan," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.