Kamis, 18 Jun 2026 19:53 WIB

Pasca-kecelakaan Bus Rombongan Guru, Siswa SMAN 1 Kedungwaru Gelar Doa Bersama

Siswa SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung saat mengikuti doa bersama. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Siswa SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung saat mengikuti doa bersama. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Suasana duka terasa di SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung pasca-peristiwa kecelakaan yang dialami bus rombongan guru di Rest Area KM 725 tol Surabaya-Mojokerto kemarin siang, Senin (7/10/2024). Ratusan siswa dan guru mengikuti doa bersama.

Dalam peristiwa ini, 1 korban guru bernama Titis Eswindro meninggal dunia. Sedangkan belasan guru lain mengalami luka berat dan ringan.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Wakasek Kurikulum SMAN 1 Kedungwaru, Eko Budi menjelaskan terdapat 20 guru dan beberapa staf sekolah yang berangkat ke Surabaya untuk mendukung tim basket bertanding. Beberapa guru ikut rombongan suporter siswa. Selain itu, terdapat 1 bus yang khusus mengangkut guru.

"Jadi ada 5 bus siswa yang berangkat, setiap bus itu ada guru pendamping. Selain itu, ada bus khusus untuk guru," ujarnya, Selasa (8/10/2024).

Bus yang khusus ditumpangi guru tersebut mengalami kecelakaan tunggal saat hendak masuk rest area. Diduga rem bus blong dan membuatnya terguling.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Kecelakaan ini menyebabkan 1 guru meninggal dunia. Selain itu, terdapat 9 guru mengalami luka berat dan 10 guru luka ringan. Untuk guru yang mengalami luka berat kini telah dipindahkan ke RSUD dr Iskak Tulungagung guna perawatan lebih lanjut.

"Guru yang meninggal dunia adalah Bapak Titis Eswindro. Beliau guru kimia serta wali kelas XII 1," tuturnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Untuk hari ini, siswa diperbolehkan untuk belajar di rumah. Beberapa siswa juga akan berziarah ke rumah duka. Pihak sekolah terus memantau kondisi guru yang mengalami luka ringan. Mereka juga memastikan kegiatan belajar mengajar akan kembali normal besok.

"Jumlah guru yang ada saat ini kita usahakan bisa mencover kegiatan belajar mengajar siswa," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.