Jumat, 19 Jun 2026 09:21 WIB

Sosok Kakang Fiki Andriansah Duta Wisata Jatim 2024 dari Ponorogo

Fiki Andriansah. (Foto: dok. pribadi)
Fiki Andriansah. (Foto: dok. pribadi)

jatimnow.com - Fiki Andriansah, yang dikenal sebagai Kakang Fiki, merasa tidak percaya dirinya dinobatkan sebagai Duta Wisata Raka Jawa Timur 2024.

Penghargaan tersebut disematkan di pundaknya oleh Raka Jatim 2022, Muhammad Rizal Afandi, pada Sabtu (5/10/2024) lalu. Kepada jatimnow.con, Fiki mengungkapkan rasa tidak percayanya.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Aku tidak pernah mengira bisa jadi Raka. Jujur, aku sempat merasa insecure melihat para finalis lainnya yang sangat luar biasa, terutama karena aku berasal dari Desa Grogol yang terpencil,” ungkapnya, Senin (7/10/2024).

Fiki menjelaskan bahwa ketidakpercayaannya muncul karena banyak peserta lain yang tampak lebih unggul.

"Tahun ini semua peserta terlihat sangat baik dan menarik," tambahnya sambil tertawa.

Selama proses karantina dan kompetisi, Fiki menerapkan prinsip "nothing to lose", sehingga ia merasa tidak terbebani dan bisa tampil dengan apa adanya.

“Aku tidak merasa nervous atau terbebani selama grandfinal. Rasanya sudah cukup, dan aku menjalani semuanya dengan tenang,” terangnya.

Fiki tidak sengaja mengikuti seleksi Duta Wisata Raka-Raki 2024. Setelah menyelesaikan program pertukaran mahasiswa di Vytautas Magnus University di Eropa, ia baru satu minggu kembali ke Indonesia ketika mendengar kabar tentang seleksi tersebut.

Sejak kecil, Fiki memang bercita-cita untuk menjadi duta wisata. Ia sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil 1 Kakang Ponorogo pada tahun 2019 saat masih bersekolah di SMKN 1 Ponorogo.

Meskipun gagal dalam seleksi internal Raka-Raki pada tahun 2021, Fiki tetap optimis dan berusaha lagi di tahun ini.

“Menjadi Raka merupakan puncak prestasi di dunia perdutaan,” jelasnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Sebagai duta wisata, Fiki berharap dapat menginspirasi orang lain, terutama dari desa kecil seperti tempat asalnya.

“Aku ingin menunjukkan bahwa siapa pun bisa berhasil, tidak peduli dari mana asalnya,” tegasnya.

Fiki bersyukur memiliki dukungan penuh dari kedua orang tuanya, Jazuli dan Misri, yang merupakan petani.

“Keluarga selalu mendukung setiap langkahku, dari kecil hingga saat ini. Aku selalu ikut berbagai lomba dan kegiatan,” ujarnya.

Dengan statusnya sebagai Raka 2024, Fiki bertekad untuk fokus pada advokasi budaya Reog Ponorogo, yang telah ia lakukan selama lima tahun terakhir.

“Aku ingin memperjuangkan pengakuan Reog Ponorogo oleh UNESCO dan menginspirasi generasi muda di Ponorogo,” tambahnya.

Baca Juga: Kisah Ory dan Sherlita, Menghidupkan Spirit Kartini di Era Digital

Selama studinya di Eropa, Fiki juga mengenalkan budaya Reog kepada masyarakat internasional, menunjukkan bahwa advokasi budaya bukan hanya saat kompetisi, tetapi merupakan bagian dari hidupnya.

Profil Singkat Fiki Andriansah:

Nama: Fiki Andriansah
Usia: 22 tahun
Tempat/Tanggal Lahir: Bantul, 5 Juli 2002

Pendidikan:
SDN 3 Grogol Sawoo Ponorogo
SMPN 2 Sambit
SMKN 1 Ponorogo
Universitas Negeri Surabaya (Manajemen) & Vytautas Magnus University (Eropa)

Nama Orang Tua: Jazuli dan Misri

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.