Jumat, 19 Jun 2026 09:54 WIB

Demonstrasi di Tengah Pilkada Serentak 2024 Dinilai Ciderai Demokrasi

Sekjen Kelompok Barisan Gus dan Santri (Bagus) Yusuf (foto: Arlana for jatimnow.com)
Sekjen Kelompok Barisan Gus dan Santri (Bagus) Yusuf (foto: Arlana for jatimnow.com)

jatimnow.com - Aksi demonstrasi yang menyuarakan soal tuntutan pengusutan dana hibah di Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) beberapa hari terakhir menuai pro kontra. 

Sebagian masyarakat menyayangkan aksi demo dilakukan di tengah musim kampanye, yang disepakati dan diikrarkan Pilkada Damai. Pun, ada yang menyuarakan dukungan agar penegak hukum untuk mengusut para provokator atau penggerak yang sengaja bermain.

Baca Juga: Gugatan Paslon 03 Dismissal, Pasangan Gabah Menangkan Pilbup Tulungagung

Sekjen Kelompok Barisan Gus dan Santri (Bagus) Yusuf turut memberikan kritik terhadap sekelompok kecil yang melakukan demo. Dia menilai aksi itu tak netral, di tengah situasi yang diharapkan tentram dan damai.

"Soal pemberantasan korupsi dan penegakan hukum, kami sangat mendukung. Namun, tetap harusnya tidak dilakukan saat ini," kata Yusuf, Rabu (2/10/2024).

Menurut dia, kasus hukum tidak bisa dikaitkan dengan politik. Apalagi sengaja menjatuhkan paslon tertentu dengan aksi demonstrasi yang tidak fair. 

"Saya dapat informasi jika provokatornya pendukung salah satu paslon. Ini jelas-jelas tidak baik," tegasnya.

Baca Juga: MK Tolak Gugatan Paslon 01, Sugiri Sancoko-Lisdyarita Menangkan Pilbup Ponorogo

Mengulangi kalimatnya, ia menegaskan aksi demonstrasi belakangan ini tidak mendidik. 

"Terlebih karena dilakukan pada momentum Kesaktian Pancasila, juga di tahun politik, tidak elok," ucapnya.

Lanjut dia, bahwa setiap orang berhak menyuarakan aspirasi memang benar, itu bagian dari demokrasi. Namun seharusnya tidak dilakukan pada tahun politik, apalagi jika ditunggangi paslon tertentu.

Baca Juga: Ini Persiapan Paslon Pilbup Tulungagung jelang Sidang Gugatan Pilkada di MK

Soal nama Khofifah Indar Parawansa yang dibawa-bawa, Yusuf menegaskan bahwa hal itu juga kurang fair. Jelas-jelas masyarakat masih mencintai Khofifah dan tahu mana yang salah atau benar. Hal itu didasarkan pada hasil survei saat ini. 

Untuk diketahui, aksi demo terjadi di  Surabaya belum lama. Di duga penyampaian pendapat itu ada yang memanfaatkan. 

 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.