Selasa, 16 Jun 2026 13:34 WIB

Kisah Nenek Tri Prasetyowati Wisudawan Unipa Surabaya di Usia Senja

Nenek Tri Prasetyowati, S.Pd saat mengikuti wisuda di Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Nenek Tri Prasetyowati, S.Pd saat mengikuti wisuda di Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat. Mungkin peribahasa itu tepat untuk menggambarkan semangat belajar dari Nenek Tri Prasetyowati.

Di usia senjanya yang mencapai lebih dari separuh abad atau 70 tahun, tak menyurutkan niat nenek Tri Prasetyowati untuk terus belajar dan menuntaskan studinya dengan meraih gelar sarjana S1 Bimbingan Konseling di Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya.

Baca Juga: Kisah Ory dan Sherlita, Menghidupkan Spirit Kartini di Era Digital

Tekadnya yang kuat, ingin selalu menebar manfaat bagi lingkungan terdekatnya, menjadikan tekad nenek 4 orang cucu itu semakin bulat untuk terus belajar.

Istri pensiunan TNI AL itu mengaku sedari muda memang gemar belajar. Namun setelah dipinang dan mengabdikan diri sebagai ibu Jalasenastri, cita-cita ingin melanjutkan kuliah dipendamnya dalam-dalam, lantaran harus selalu siap mengikuti suami bilamana dipindah tugaskan.

"Saya dulu sempat kuliah di tahun 1991, waktu itu sambil mengurus 2 anak yang masih kecil-kecil, terus udah dapat 7 semester, tidak saya lanjutkan karena ikut suami berdinas di Bali," ulas Nenek Tri mengenang masa mudanya.

Setelah, pupus harapan mendapatkan gelar sarjananya, Nenek Tri melanjutkan kehidupan dengan fokus membesarkan buah hati dan mengabdikan diri pada sang suami.

Baru, setelah pensiun atau tepatnya di tahun 2020, Nenek Tri memutuskan untuk melanjutkan studinya di Universitas PGRI Adibuana Surabaya dengan mengambil jurusan Bimbingan Konseling (BK).

Baca Juga: Cerita Uung Victoria Finky Arungi Laut 14 Jam demi Ibu Menyusui

Meski, terbilang paling senior di antara mahasiswa yang lain, hal itu tidak membuatnya minder atau berkecil hati. Nenek Tri tetap bersemangat hingga berhasil menuntaskan studinya tepat waktu atau 8 semester.

Nenek Tri akhirnya diwisuda bersama 1.167 orang wisudawan program Sarjana dan Magister Semester Genap tahun ajaran 2023/2024 pada Sabtu (28/9/2024) dan resmi menyandang gelar sarjana pendidikan (S.Pd) atau Tri Prasetyowati,S.Pd.

"Alasan memilih jurusan Bimbingan Konseling itu, karena jurusan itu saya rasa sangat relevan untuk orang seperti saya, belajar di jurusan ini (BK) saya jadi makin tahu bagaimana cara menghadapi, mengidentifikasi masalah, dan memberikan solusi bagi diri saya, anak cucu dan juga lingkungan sekitar saya," jelasnya.

Meski telah lulus dan diwisuda, perempuan kelahiran 1954 itu mengungkapkan, bakal lanjut berkuliah lagi dengan mengambil program Magister S2 Bimbingan Konseling di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Baca Juga: Kisah Cessil, Perempuan Surabaya Menafsir Kartini Masa Kini

Keputusan melanjutkan kuliah itu, ia ambil karena ingin lebih mendalami ilmu Bimbingan Konseling yang dinilai sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.

"Dulu sebelum kenal (belajar) bimbingan konseling, apa-apa langsung ngasih ngasih nasehat pada anak cucu, setiap ada masalah selalu merasa paling benar. Kemudian, setelah belajar selama 4 tahun ini kok makin banyak manfaatnya, jadi lebih banyak mendengar. Pokoknya semua materi yang saya dapat di perkuliahan, saya terapkan pada anak cucu," tambahnya.

"Pokoknya saya itu punya tekad ingin bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar saya. Jadi kemarin, ada orang dari UNESA memberi informasi kuliah S2, ya karena saya ingin lebih mendalami akhirnya daftar untuk lanjut S2 bimbingan konseling di sana (UNESA)," tutupnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.