Jumat, 19 Jun 2026 14:06 WIB

Dishub Surabaya Diminta Investigasi Insiden Feeder Tercebur Sungai di Gunung Anyar

Proses evakuasi feeder Wira Wiri Suroboyo oleh tim rescue Dinas pemadam kebakaran (Foto: Dishub Surabaya for jatimnow.com)
Proses evakuasi feeder Wira Wiri Suroboyo oleh tim rescue Dinas pemadam kebakaran (Foto: Dishub Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Anggota DPRD Surabaya, Imam Syafi'i mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya untuk melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden Feeder Wira Wiri Suroboyo Nomor Lambung 29 yang tercebur di sungai kawasan Gunung Anyar, Kamis (19/9/2024) pagi. 

Insiden yang melibatkan kendaraan umum tersebut menuai kritik tajam terkait keselamatan dan operasional transportasi publik.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Kita perlu tahu penyebab utama kejadian ini. Apakah karena human error? Jika benar, kenapa? Sopir mengantuk karena apa? Apakah karena over shift dan tuntutan pekerjaan yang berlebihan?” tegas Imam Syafi'i saat dihubungi, Jumat (20/9/2024). 

Menurutnya, perlu ada pengusutan mendalam mengenai kondisi kerja sopir yang mungkin menjadi faktor penyebab kecelakaan. Dia juga menyoroti perilaku berkendara sopir feeder yang kerap kebut-kebutan di jalan. 

"Apakah Dishub sudah memiliki SOP yang mengatur keselamatan berkendara? Ini bukan hanya soal kecelakaan, tetapi nyawa penumpang yang dipertaruhkan,” tegas politisi NasDem ini. 

Baca Juga: Mencari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir

Menurut Imam, investigasi tidak boleh berhenti meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. 

"Mentang-mentang tidak ada korban, masalahnya tidak boleh berhenti begitu saja. Dishub harus proaktif mengusut tuntas akar permasalahan ini. Kalau tidak, siapa yang bisa menjamin keselamatan penumpang di masa depan?” ujar Imam kesal. 

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Mantan jurnalis kawakan ini mendesak Dishub Surabaya untuk segera bertindak dan melakukan perbaikan sistem transportasi yang lebih aman dan profesional. 

"Ini soal tanggung jawab dan keselamatan publik. Jangan tunggu sampai ada korban baru bertindak,” pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.