Minggu, 21 Jun 2026 01:56 WIB

62 Pelajar Disabilitas di Tulungagung Ikuti Kejurkab Paralimpik

Salah satu atlet disabilitas pelajar di Tulungagung yang mengikuti Kejurkab. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Salah satu atlet disabilitas pelajar di Tulungagung yang mengikuti Kejurkab. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - 62 pelajar disabilitas mengikuti Kejurkab Paralimpik yang digelar oleh National Paralympic Comitte of Indonesia (NPCI) Kabupaten Tulungagung. Di tengah keterbatasan fisik yang dialami, mereka tetap semangat mengikuti kejuaraan ini.

Kejurkab tersebut digelar sebagai ajang seleksi persiapan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) yang akan berlangsung bulan November 2024.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung, Achmad Mugiyono mengatakan, pada Kejurkab yang baru digelar pertama kali ini, ada 62 atlet pelajar mengikuti kejuaraan di Stadion Rejoagung ini, dengan 3 jenis olahraga yang dilombakan, yakni lari 100 meter, tolak peluru dan lompat jauh.

"Ini baru pertama kali digelar, ada 62 atlet disabilitas pelajar yang ikut," ujarnya, Jumat (20/09/2024).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Kejurkab ini merupakan ajang seleksi untuk persiapan mengikuti Peparpeda yang akan digelar pada bulan November mendatang di Sidorajo. Mereka yang menang dalam Kejurkab akan dikirim untuk bertanding di tingkat Jawa Timur.

Selain itu, Kejurkab juga dijadikan ajang pencarian bibit baru atlet disabilitas.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Tentunya pembinaan untuk mereka juga kita siapkan," tuturnya.

Sementara itu, Ketua NPCI Kabupaten Tulungagung, Sulton mengaku, salah satu kendala mencari atlet disabilitas adalah pendataan yang kurang. Selama ini, mereka mengandalkan data dari SLB. Sedangkan untuk pelajar SLB mayoritas penyandang disabilitas rungu dan netra. Untuk disabilitas fisik rata-rata bersekolah umum.
"Solusinya kita koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan meminta data jika ada pelajar yang mengalami disabilitas fisik serta tertarik di bidang olahraga untuk bergabung," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.