Rabu, 17 Jun 2026 13:09 WIB

Dampak Kemarau Panjang, 13 Desa di Tulungagung Krisis Air Bersih

BPBD Tulungagung saat mengirim persediaan air bersih. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
BPBD Tulungagung saat mengirim persediaan air bersih. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Belasan desa di Kabupaten Tulungagung mengalami krisis air bersih. Musim kemarau berkepanjangan membuat ribuan warga kesulitan mendapat pasokan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Saat ini mereka hanya bisa mengandalkan suplai air bersih dari BPBD setempat. Musim kemarau ini diprediksi masih akan terjadi hingga bulan Oktober mendatang.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kepala BPBD Tulungagung, Robinson Parsaoran Nadeak mengatakan, bencana kekeringan di Kabupaten Tulungagung sudah terjadi sejak Juli 2024. Hal ini disebabkan musim kemarau berkepanjangan. Saat ini ada 13 desa di 8 kecamatan yang mengalami bencana kekeringan.

"Akibat musim kemarau banyak sumur-sumur warga yang mengalami penurunan debit air. Termasuk sumber mata air yang mulai mengering," ujarnya, Sabtu (14/9/2024).

Berdasarkan data BPBD Tulungagung bencana kekeringan ini berdampak terhadap 3.023 kepala keluarga yang mengalami mengalami kesulitan air bersih. Kini warga yang terdampak bencana kekeringan hanya mengandalkan bantuan air bersih. BPBD Tulungagung memiliki 4 truk tanki air bersih berkapasitas 5.000 liter.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Setiap hari kami mengirimkan secara berkala air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan," jelas Robinson.

Hingga saat ini, BPBD Tulunagung telah mengirim 740.000 liter air bersih. Bantuan air bersih juga dilakukan oleh instansi lain. Berdasarkan prakiraan BMKG bencana musim kemarau akan berlangsung hingga Oktober 2024 mendatang.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Semoga musim kemarau segera berakhir dan masyarakat yang terdampak kekeringan mudah mendapatkan air bersih kembali," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.