Minggu, 14 Jun 2026 23:43 WIB

7 Fraksi DPRD Tulungagung Terbentuk, Segera Lengkapi Alat Kelengkapan Dewan

Ketua sementara DPRD Tulungagung, Marsono. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Ketua sementara DPRD Tulungagung, Marsono. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tulungagung selesai membentuk fraksi. Ini merupakan langkah awal untuk melengkapi Alat Kelengkapan Dewan (AKD), seperti pembentukan komisi, badan anggaran, badan musyawarah, pansus dan badan pembentukan peraturan daerah.

Ketua sementara DPRD Tulungagung, Marsono mengatakan pihaknya telah mengumpulkan seluruh ketua partai politik untuk pembentukan fraksi ini. Hasilnya, mereka menyepakati adanya 7 fraksi di DPRD Tulungagung, yakni PDIP, PKB, Gerindra, NasDem, Golkar, gabungan Demokrat-PPP dan gabungan Hanura-PAN.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

“Untuk PKS bergabung dengan partai Gerindra namun nama fraksinya tetap Gerindra," ujarnya, Selasa (3/9/2024).

Untuk bisa membuat fraksi, minimal dibutuhkan 4 anggota. Hal ini karena terdapat 4 Komisi di DPRD Tulungagung. Partai politik yang jumlah kursinya kurang dari 4 bergabung dengan partai lainnya. Meskipun fraksi telah terbentuk, namun posisi ketua masih kosong. Mereka masih menunggu keputusan partai politik untuk menunjuk ketua fraksi.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

“Itu wewenangnya partai politik untuk menunjuk posisi ketua fraksi," tuturnya.

Setelah fraksi terbentuk, para anggota DPRD ini akan menjalani masa orientasi. Kegiatan ini ditujukan agar mereka memahami tugas dan fungsi pokok sebagai anggota DPRD. Dijadwalkan masa orientasi ini akan digelar pada awal bulan depan.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

“Semua anggota baru maupun lama harus mengikuti orientasi ini, semuanya dianggap baru," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.