Selasa, 16 Jun 2026 20:19 WIB

IMM Surabaya Geruduk DPRD, Pemkot Dinilai Tak Becus Jaga Kamtibmas

Massa aksi saat menggelar aksi demontrasi di depan kantor DPRD (Foto: Suryanto for jatimnow.com)
Massa aksi saat menggelar aksi demontrasi di depan kantor DPRD (Foto: Suryanto for jatimnow.com)

jatimnow.com - Massa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Surabaya geruduk Kantor DPRD Surabaya. Dalam aksinya, mereka menuntut Pemkot lantaran dinilai tidak becus dalam menciptakan suasana yang kondusif (Kamtibmas) di Kota Pahlawan.

Ketua Umum IMM Cabang Surabaya Ramadhani Jaka Samudra mengungkapkan, dalam aksinya, kali ini, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari Pemkot Surabaya yang tidak serius upaya menjaga keamanan dan ketertiban umum di kota ini.

Baca Juga: Mencari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir

"Ada 9 point tuntutan, yang utama semakin masifnya berbagai tindak kejahatan yang terjadi di Surabaya, termasuk yang melibatkan kekerasan seperti begal, penjambretan, dan aksi kelompok gangster yang mengganggu ketenteraman masyarakat. Tentu hal ini menjadi catatan menyeramkan bagi warga Kota Surabaya," ujar Ramadhani.

Ramadhani merasa miris lantaran merajarelanya tindak kejahatan di Surabaya yang tidak pandang korbannya. Mulai dari kelompok rentan seperti anak-anak dan orang tua. Bahkan sampai beberapa waktu lalu, penyandang disabilitas juga tak luput dari aksi kejahatan oknum-oknum tidak bertanggung jawab itu.

"Hal ini tentu diperkuat dengan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur dalam kurun waktu 2019-2022. Data yang dirilis itu menyatakan, adanya peningkatan angka kriminalitas yang sangat signifikan. Dari yang semula berjumlah 1.648 kejahatan di tahun 2021 menjadi 8.759 kejahatan yang terjadi pada 2022," urainya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 11

Hal ini menjadi catatan serius bagi IMM pada Pemkot Surabaya. Selain itu, kondisi lain yang tak kalah memprihatinkan adalah masalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Surabaya. Dia menjelaskan, jika ditarik dari tahun ke tahun, angka IPM memang mengalami kenaikan di Surabaya.

"Saat ini ada di angka 82,74 lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya 82,31. Namun, jika diteliti lagi, pada era kepemimpinan Tri Rismaharini, peningkatan IPM ini sangat signifikan di angka 3,01 poin. Dibandingkan yang sekarang hanya 0,51 poin sejak awal kepemimpinannya (Eri Cahyadi)," tuturnya.

Selain itu, mereka juga menuntut adanya perbaikan yang signifikan mengenai infrastruktur di Surabaya. IMM juga meminta pemkot untuk lebih serius dalam mengelola lingkungan hidup dan penanganan serius terhadap polusi, limbah serta sampah yang mencemari Kota Surabaya.

Baca Juga: Catatan Kritis DPRD Surabaya di Moment HJKS ke 733

Termasuk mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta mengawal Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia No.60/PUU-XXII/2024 dan No. 70/PUU-XXII/2024. Serta pelibatan mahasiswa dalam pembangunan dan pengembangan Kota Surabaya kedepannya.

"Kami mendesak pemerintah untuk menuntaskan segera masalah agraria, terutama terkait dengan surat ijo dengan mengutamakan prinsip-prinsip keadilan. Menuntut adanya peningkatan IPM serta kualitas pendidikan di Surabaya," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.