Jumat, 19 Jun 2026 00:01 WIB

Tak Percaya Kutukan Nomor Punggung 9 di Persik Kediri, Fergonzi: Saya Sudah Dengar

  • Penulis :
  • | Kamis, 22 Agu 2024 11:57 WIB
Potret Fergonzi berseragam Persik Kediri. (Foto: Persik Kediri/jatimnow.com)
Potret Fergonzi berseragam Persik Kediri. (Foto: Persik Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Nasib sial yang menimpa Jefesson Vieira tak membuat Ramiro Fergonzi percaya begitu saja soal kutukan nomor punggung 9 di Persik Kediri. Dia tetap memilih nomor keramat yang sejak lama menjadi andalannya tersebut.

Sudah bukan rahasia bahwa 9 merupakan nomor punggung kutukan di Persik Kediri. Terlepas benar atau tidak, nyatanya tak banyak striker Macan Putih yang berani mengenakan nomor punggung ini. Mereka yang nekat, sudah pasti tak bersinar bersama jawara Liga 2 2019 ini.

Baca Juga: Liga Persik 2026 Dimulai, Fondasi Pembinaan Pesepakbola Kediri Raya

Terakhir nomor ini dikenakan oleh Jefesson Vieira. Bersama Persik Kediri, Jefinho praktis hanya mencatatkan waktu selama 356 menit di 7 laga. Total dia hanya mengemas 2 gol. Jauh dari ekspektasi seperti saat ia pertama kali datang ke Kediri dan mencetak gol di laga debutnya.

Seperti diketahui, Jefinho mengalami cedera yang lumayan serius musim lalu. Dia mengalami benturan keras saat melakoni laga melawan Persis Solo, pada Sabtu 12 Agustus 2023 malam di Stadion Brawijaya, Kediri. Hingga akhirnya striker asal Brasil itu dicoret saat berakhirnya putaran pertama Liga 1 2023/2024.

Fergonzi bukan tak mengetahui cerita ini. Dia mengaku sudah banyak mendengarnya. Namun, striker asal Argentina itu tak begitu saja percaya.

“Saya tahu, saya sudah beberapa kali mendengar tentang nomor 9. Tapi saya tidak percaya,” jelas Fergonzi.

Menurutnya yang terpenting adalah kerja keras saat latihan untuk mendapatkan hasil yang maksimal di setiap laga.

“Yang penting kerja keras di latihan sehingga hasil bisa didapatkan di pertandingan. Soal nomor hanya angka, bagaimana kita bisa merubah yang disebut sial menjadi bagus,” tegas Fergonzi.

Baca Juga: Hajar Persik Kediri 5-0, Persebaya Surabaya Finish di Urutan ke-4

Saat ini Fergonzi sudah mencetak satu gol untuk Macan Putih. Gol itu ia ciptakan saat Persik Kediri mengalahkan tuan rumah PSS Sleman di Solo, dalam lanjutan Liga 1 2024/2025, pekan kedua.

Awal Kutukan Nomor Punggung 9 di Persik Kediri

Kutukan terhadap nomor punggung 9 ini bukan isapan jempol. Hal itu berawal dari kisah mantan striker Persik Kediri Johan Prasetyo, yang terpaksa gantung sepatu di usia muda.

Mungkin ini kebetulan, tapi nasib Johan benar-benar sial ketika harus berganti dari nomor punggung 11 ke nomor 9 di musim 2006. Dia meyakini itu.

Baca Juga: Persik Kediri Ingin Tutup Musim dengan Kemenangan di Kandang Persebaya

Dia tiba di Kediri setelah dibajak dari Arema di musim 2003, jebolan Diklat Salatiga itu mengenakan nomor punggung 11. Nomor ini sebenarnya jadi andalan Johan Prasetyo.

Di musim pertamanya berseragam Persik Kediri, pria yang kini menjadi asisten Persik Kediri menemani Divaldo Alves itu sukses mengantarkan Macan Putih juara. Di 2006 Johan mengganti nomor punggungnya, mengikuti jejak sang idola Filippo Inzaghi, legenda AC Milan yang juga mengenakan nomor punggung keramat itu.

Sial bagi pria kelahiran 7 Juni 1982 tersebut. Di tahun itu dia mengalami cedera lutut yang cukup parah saat Persik Kediri melawan Persmin Minahasa. Meski akhirnya Persik Kediri juara, namun karir Johan sebagai pesepakbola hancur. Dia terpaksa pensiun di usia 25 tahun.

Cerita Johan Prasetyo, kemudian diikuti rentetan nasib sial pemilik nomor punggung 9 lainnya. Hingga kini kutukan seolah masih terngiang. Itu kenapa sejak 2014, nomor itu hampir tak lagi digunakan oleh pemain Persik Kediri.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.