Minggu, 21 Jun 2026 02:20 WIB

Liga Persik 2026 Dimulai, Fondasi Pembinaan Pesepakbola Kediri Raya

  • Penulis : Yanuar D
  • | Rabu, 10 Jun 2026 19:00 WIB
Seremonial Liga Persik 2026 di Auditorium Cakrawala Mandala Nusantara, Universitas Nusantara PGRI Kediri. (Foto: Persik Kediri/jatimnow.com)
Seremonial Liga Persik 2026 di Auditorium Cakrawala Mandala Nusantara, Universitas Nusantara PGRI Kediri. (Foto: Persik Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Liga Persik 2026 resmi dimulai. Penyelenggaraannya tahun ini ditandai dengan seremonial yang berlangsung di Auditorium Cakrawala Mandala Nusantara, Universitas Nusantara PGRI Kediri, Rabu (10/6/2026) dengan dihadiri sejumlah peserta tim. Sesuai jadwal, kick off Liga Persik akan berlangsung 14 Juni 2026.

Hadirnya Liga Persik diharapkan menjadi fondasi pengembangan talenta sepak bola di Kediri Raya sekaligus memperkuat sistem pembinaan berjenjang bagi pemain di berbagai kelompok usia.

Baca Juga: Hajar Persik Kediri 5-0, Persebaya Surabaya Finish di Urutan ke-4

Direktur Persik Kediri, Souraiya Farina, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kediri, Pemerintah Kabupaten Kediri, serta UN PGRI Kediri yang selama ini mendukung berbagai program pengembangan klub, termasuk pembinaan usia dini.

“Sejak dulu dukungan dari pemerintah kota maupun kabupaten selalu mengalir untuk Persik Kediri. Tidak hanya untuk tim senior, tetapi juga dalam pengembangan usia dini di Kediri Raya,” ujarnya.

Farina juga mengapresiasi kolaborasi dengan UN PGRI Kediri dalam penyelenggaraan Liga Persik yang dinilai mampu mewujudkan berbagai gagasan pengembangan sepak bola menjadi program nyata.

“Liga Persik musim 2026 ini kami harapkan menjadi salah satu fondasi awal untuk bersama-sama mengembangkan Persik Kediri dan talenta-talenta muda dari Kediri Raya,” katanya.

Menurutnya, pelaksanaan kompetisi tersebut turut melibatkan mahasiswa UNP Kediri sebagai panitia pelaksana atau local organizing committee (LOC). Keterlibatan mahasiswa dinilai membawa ide-ide segar, termasuk konsep seremoni pembukaan yang digelar di auditorium, bukan di lapangan seperti umumnya kegiatan sepak bola.

“Idenya agar seluruh klub bisa saling mengenal, menunjukkan identitas masing-masing, dan menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya soal menendang bola, tetapi juga banyak disiplin ilmu dan nilai kehidupan yang dapat dipelajari,” ungkap Farina.

Ia menambahkan, sepak bola mengajarkan kedisiplinan, kerja sama, semangat pantang menyerah, dan kemampuan menghargai sesama. Karena itu, para peserta diminta menikmati kompetisi dengan menjunjung tinggi sportivitas.

Baca Juga: Persik Kediri Ingin Tutup Musim dengan Kemenangan di Kandang Persebaya

“Bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi bagaimana ketika kompetisi selesai kita memiliki lebih banyak teman,” pesannya kepada para peserta.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kediri, Syamsul Bahri, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Liga Persik Kediri 2026. Menurutnya, kompetisi usia muda merupakan langkah strategis dalam membangun fondasi sepak bola melalui pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Kita memahami bahwa untuk mencetak pemain berkualitas dibutuhkan proses yang tidak instan. Dibutuhkan sistem pembinaan yang terstruktur, berkelanjutan, dan didukung kompetisi yang konsisten,” ujarnya.

Ia menjelaskan, melalui kompetisi kelompok usia U-15 dan U-17, para pemain muda tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membangun mental bertanding, menjaga konsistensi performa, dan memahami pentingnya kerja sama tim.

Menurut Syamsul, format liga juga mendorong setiap klub internal untuk lebih profesional, mulai dari menyusun strategi jangka panjang, mengatur rotasi pemain, menjaga kondisi fisik, hingga mengelola tim secara keseluruhan.

Baca Juga: Persik Kediri Siap Libas Persebaya Surabaya di Gelora Bung Tomo

“Pada akhirnya para pemain ini dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, termasuk menjadi bagian dari jenjang pembinaan menuju Persik Kediri,” katanya.

Selain menjadi wadah kompetisi, liga ini juga diharapkan dapat memperkuat basis data talenta sepak bola di Kediri serta menjadi sarana seleksi bagi pemain-pemain potensial menuju jenjang pembinaan yang lebih tinggi.

Syamsul berharap Liga Persik Kediri dapat melahirkan pemain-pemain muda asli Kediri yang memiliki kualitas teknik, mental bertanding yang kuat, serta menjunjung tinggi sportivitas dan kerja sama tim.

“Semoga dari kompetisi ini lahir talenta-talenta terbaik yang mampu mengharumkan nama Kediri di level yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.