Sabtu, 20 Jun 2026 10:50 WIB

72 Pelajar Berkebutuhan Khusus di Tulungagung Gelar Karya, Peringati HUT RI

siswa SLBN Campurdarat Tulungagung saat menampilkan karya. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
siswa SLBN Campurdarat Tulungagung saat menampilkan karya. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Perayaan Kemerdekaan Indonesia ke-79 berhak dirasakan oleh semua masyarakat, termasuk puluhan siswa berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Campurdarat Tulungagung.

Sebanyak 72 pelajar SLBN Campurdarat dengan berbagai hambatan yakni tuna rungu, tuna netra, tunagrahita, tunadaksa dan autis merayakan Kemerdekaan Indonesia dengan gelar karya.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Mereka memamerkan keahlian dalam berkesenian untuk memeriahkan hari kemerdekaan.

Kepala SLBN Campurdarat, Multazamah mengatakan, dalam kegiatan gelar karya ini, mereka memamerkan kemampuan siswa seperti menari hingga bermain alat musik tradisional angklung.

Menurutnya, semua anak itu memiliki bakat yang telah diberikan sejak lahir. Maka dari itu, pihaknya meminta semua pelajar SLBN Campurdarat untuk menampilkan karya.

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan karakter anak. Sehingga bakat anak dapat dieksplorasi dan diapresiasi," ujarnya, Rabu (21/08/2024).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Kegiatan ini juga merupakan upaya penguatan profil pelajar Pancasila. Dibutuhkan waktu selama dua minggu untuk melatih siswa berkebutuhan khusus ini.

"Semua anak pasti punya bakat. Maka dengan gelar karya diharapkan anak mampu lebih percaya diri," paparnya.

Sementara itu, salah satu pelajar tunarungu, Jelita (14) mengaku baru pertama kali bermain alat musik tradisional angklung. Bahkan dengan keterbatasannya, dia mampu belajar angklung hanya 2 minggu.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Saya belajar angklung baru 2 minggu bersama teman-teman,Ini pengalaman pertama saya bermain angklung. Saya sangat senang bisa tampil dengan teman-teman," pungkasnya.

 

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.