Minggu, 14 Jun 2026 11:13 WIB

Ingatkan Netralitas ASN di Pilkada, Pemkab Tulungagung Siapkan Sanksi Berat

ASN di Tulungagung saat mengikuti sosialisasi netralitas. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
ASN di Tulungagung saat mengikuti sosialisasi netralitas. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung mengingatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk selalu menjaga netralitas dalam pelaksanaan Pilkada dan Pilgub tahun ini. Mereka menggelar sosialiasi untuk mencegah pelanggaran tersebut di lingkup ASN.

Berkaca dari pengalaman Pilkada 2018 lalu, terdapat beberapa ASN yang dikenai sanksi etik karena pelanggaran netralitas.

Baca Juga: Jadwal WFH ASN Pemprov Diubah Jumat, Apa Kabar Pelayanan Publik?

Sekretaris Daerah (Sekda) Tulungagung, Tri Hariadi, menyatakan ASN hanya bisa menyalurkan aspirasi politiknya di tempat pemungutan suara (TPS). Selain itu ASN juga tidak boleh masuk ranah politik. Total, ada sekitar 40.000 ASN di Tulungagung.

“ASN ada batasan netralitas dalam pelaksanaan pemilu dan pilkada,” ujarnya, Selasa (20/8/2024).

Baca Juga: Jerit Istri Sah Oknum ASN BPKAD Jatim, Terbukti Berzina Tapi Belum Ditahan

Tri Hariadi juga menyebut sanksi bagi pelanggar netralitas disesuaikan dengan rekomendasi dari tim yang dibentuk. Termasuk dari Bawaslu Tulungagung. Sanksi paling berat berupa pemberhentian juga telah disiapkan.

“Rekomendasi dari Bawaslu menjadi pedoman kami dalam pemberian sanksi. Hasil rekomendasi itu yang kami pegang,” tuturnya.

Baca Juga: Pimpin Apel, Plt Bupati Tulungagung Ajak ASN Kembalikan Kepercayaan Masyarakat

Sementara itu, Ketua Bawaslu Tulungagung Pungki Dwi Puspito mengatakan pada pelaksanaan Pilkada 2018 lalu, terdapat 10 ASN dan 1 Kepala Desa yang melanggar netralitas. Mereka menunjukkan dukungan terhadap salah satu paslon melalui media sosial.

“Melihat kondisi saat ini yang paling rawan memang di media sosial, seperti mengunggah foto ataupun foto dengan pose tertentu," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.