Rabu, 10 Jun 2026 13:40 WIB

DPRD Jatim Prihatin Pasien Cuci Darah di Banyuwangi Meningkat

  • Penulis :
  • | Senin, 19 Agu 2024 10:38 WIB
Anggota DPRD Jatim Agung Mulyono. (Foto: dok. jatimnow.com)
Anggota DPRD Jatim Agung Mulyono. (Foto: dok. jatimnow.com)

jatimow.com - Anggota DPRD Jawa Timur dr Agung Mulyono prihatin pasien cuci darah di Banyuwangi meningkat. Ia pun mengajak masyarakat Banyuwangi untuk lebih meningkatkan pola hidup sehat.

Hasil laporan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan tercatat sebanyak 175 pasien yang melakukan cuci darah. Lebih mencengangkan ada 24 pasien di antaranya masih berusia muda.

Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo

“Bahkan 24 di antaranya, adalah pasien usia muda, di bawah 40 tahun,” kata dr Agung, Senin (19/8/2024).

Pria yang juga gemar bersepeda ini mengatakan sekarang ini di Banyuwangi dengan melihat peningkatan tersebut perlu lebih fokus dalam penanganan kesehatan.

"Okelah Banyuwangi kabupaten yang maju, hampir semuanya bagus, ekonomi good,pariwisata good, kemiskinan menurun dan semuanya bagus semua. Dan kini saatnya kesehatan lebih fokus," jelasnya.

Dipaparkan, di Banyuwangi sektor layanan primer perlu melaksanakan promotif dan preventif terukur. Tidak hanya kuratif saja, melainkan sudah saatnya menerapkan slogan mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Ia mengatakan dengan meningkatnya kasus cuci darah di Banyuwangi, hal ini tentunya menjadi warning yang sangat berbahaya dan perlu strategi upaya dalam kesehatan terutama penerapan paradigma sehat.

"Tentunya keberhasilan dalam peningkatan UHC (Universal Health Coverage) bisa menekan tingginya pasien cuci darah. Ini yang perlu dilakukan pemkab Banyuwangi," terang alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya ini.

Selama ini, kata Agung Mulyono, beban anggaran mayoritas bahkan hampir 90 persen kebanyakan kuratif.

Baca Juga: DPRD Jatim Temukan Penyebab Utama Longsor di Jalur Ponorogo-Pacitan

"Saatnya sekarang ini diberikan anggaran promotif dan preventif misalnya antara 25 hingga 40 persen," jelasnya.

Agung Mulyono menambahkan sudah saatnya juga diterapkan dokter keluarga dengan jemput bola untuk mengetahui kesehatan keluarga.

"Bukan harus pasien terlebih dahulu datang ke rumah sakit untuk tahu penyakitnya. Namun, dokter harus setiap minggu mengecek langsung ke masyarakat tentang kondisi kesehatannya. Entah melalui kontak telepon atau menemui langsung," terangnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.