Senin, 22 Jun 2026 21:39 WIB

FISIP UB Wajibkan Mahasiswa Baru Berpakaian Sopan, Cegah Kekerasan Seksual

  • Penulis : Gerhana
  • | Minggu, 18 Agu 2024 07:52 WIB
Kegiatan PKKMB FISIP UB.  (Foto: Gerhana/jatimnow.com)
Kegiatan PKKMB FISIP UB. (Foto: Gerhana/jatimnow.com)

jatimnow.com - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) mensosialisasikan kedisiplinan penggunaan pakaian sopan ketika berada di kampus kepada seluruh mahasiswa barunya. Hal ini sebagai salah satu upaya pencegahan terjadinya kekerasan seksual di dalam kampus.

Tak jarang, fenomena mahasiswi menggunakan pakaian kurang beretika atau tidak sesuai dengan budaya timur masih saja terjadi. Kondisi tersebut dinilai dapat mengundang tindakan asusila atau pelecehan hingga kekerasan seksual.

Baca Juga: Terduga Pelecehan Atlet Dinonaktifkan, Perbakin Surabaya Perketat Pengawasan

Kewajiban berpakaian sopan ini tak hanya untuk mahasiswa wanita, namun juga mahasiswa pria yang menyebabkan penilaian tak beretika. Sosialisasi kebijakan itu disampaikan kepada mahasiswa baru saat mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2024 di FISIP UB.

Dekan FISIP UB, Anang Sujoko mengatakan, pihak kampus di lingkungan universitas mendapat instruksi dari Kemendikbudristek Dikti untuk mensosialisasikan pencegahan kekerasan seksual.

Dikatakannya, rata-rata mahasiswa baru dari luar Malang saat ini memiliki kondisi ekonomi lebih. Tidak jarang, para mahasiswa dengan kondisi tersebut memiliki gaya hidup bebas.

"(Seperti) teman-teman ini kan dari Jabodetabek ini kan ya mungkin lebih dari 50 persen itu kaya. Dan dari data seleksi yang mahasiswa baru sekarang ini, ini banyak orang kaya," kata Anang, Sabtu (17/8/2024).

Kondisi mahasiswa yang menempuh pendidikan di FISIP dari latar belakang bermacam daerah di 30 provinsi. Mereka memiliki gaya hidup yang berbeda-beda, begitu juga dengan cara berpakaiannya.

"Dan ya kami juga nanti memiliki program, ini masih perencanaan, itu masalah kedisiplinan berpakaian. Jadi memang beberapa kita sudah tampilkan tentunya, cara berpakaian yang sopan," katanya.

Meski begitu, ketika mahasiswa telah disosialisasikan terkait cara berpakaian yang sopan sebelumnya, tak jarang tetap saja tidak menjadikan kebiasaan ketika berada di luar kampus.

Baca Juga: Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Para mahasiswa yang memiliki komunitas dengan gaya hidupnya semakin memperkuat kebiasaan yang dilakukan.

"Tapi kadang kalau gak kuliah, masalahnya disitu. Tidak kuliah ke kampus, udah pakaiannya semacam itu (tidak sopan). Dan banyak hal lagi adalah berdekatan ada komunitas-komunitas di luar. Nah komunitas-komunitas di luar ini kami tidak bisa mendeteksi," katanya.

Meski begitu, pihaknya tetap berkomitmen terhadap pencegahan dan penindakan kekerasan seksual yang ada di dalam lingkungan kampus.

Anang menyampaikan, kejadian kekerasan seksual yang pernah menimpa mahasiswanya rata-rata terjadi di luar kampus. Dia berharap adanya bantuan peran dari masyarakat sekitar dalam menjaga perilaku para mahasiswa.

Contohnya, mahasiswa yang bertempat tinggal dengan menyewa di apartemen atau kos bebas. Kondisi itu rawan dikhawatirkan tidak ada pengawasan sama sekali.

Baca Juga: Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Anang juga mengapresiasi, masyarakat Tlogomas yang beberapa tahun lalu menggerebek tempat penginapan bebas. Dengan begitu, akan dapat membangun kesadaran etika larangan bergaul bebas di kalangan mahasiswa.

"Dan saya terima kasih dengan masyarakat Tlogomas Yang dulu sempat gerebek, penginapan-penginapan yang itu kan kesannya juga kos. Itu saya apresiasi keluarga yang bisa melakukannya," katanya.

Sebagai informasi, di FISIP UB terdapat 1.257 mahasiswa baru, terdiri dari 384 laki laki dan 873 perempuan. Mereka berasal dari 30 provinsi, yakni 40 persen dari Jawa Timur, 30 persen dari Jabodetabek. Sisanya, ada yang dari Sumatera Utara, Riau, Kalimantan Timur, termasuk Papua.

Selama kegiatan PKKMB 2024, mahasiswa FISIP UB melakukan Forum Group Discussion (FGD) bertemakan kekerasan seksual dan kesehatan mental. Isu ini diambil karena menjadi masalah sosial di lingkungan kampus. Pada FGD itu mereka diminta juga memunculkan solusi hingga kampanye sosial.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.