Rabu, 17 Jun 2026 11:51 WIB

Mahasiswa UMM Malang Ciptakan Alat Deteksi Rematik dengan Analisis Kuku

  • Penulis : Gerhana
  • | Kamis, 15 Agu 2024 16:02 WIB
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan alat pendeteksi dini penyakit rheumatoid arthritis melalui kuku. (Foto: Abi Mufid Octavio for jatimnow.com)
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan alat pendeteksi dini penyakit rheumatoid arthritis melalui kuku. (Foto: Abi Mufid Octavio for jatimnow.com)

jatimnow.com - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan alat pendeteksi dini penyakit rheumatoid arthritis. Alat tersebut telah diujicobakan kepada lebih dari 100 sampel dan mendapatkan respons yang positif.

Salah satu mahasiswa, Abi Mufid Octavio mengatakan, bahwa alat tersebut bekerja dengan menganalisis kondisi kuku, mulai dari tekstur, ridging atau berlubang, kuku menguning, rapuh dan pendarahan serpihan.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

Kondisi visual tersebut tidak dapat dilihat secara langsung lewat mata telanjang. Selanjutnya, jika ditemukan indikasi rematik, maka akan dilakukan observasi lebih lanjut dengan dokter.

"Penyakit rheumatoid arthritis ini sudah memasuki masa akut, maka tidak dapat disembuhkan sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan. Maka perlu adanya identifikasi sedini mungkin untuk mengetahui seseorang berpotensi terkena penyakit rematik atau tidak," kata Abi, Kamis (15/8/2024).

Sebagai informasi, penyakit rheumatoid arthritis atau rematik merupakan penyakit autoimun dengan gangguan peradangan jangka panjang pada sendi. Umumnya penyakit ini sering ditemui pada lansia. Tetapi tidak menutup kemungkinan orang dewasa ataupun para remaja juga dapat mengalaminya.

Abi menjelaskan, sampel responden alat yang diujicobakan mulai dari kalangan remaja, dewasa dan lansia.

Pihaknya menggunakan alat tersebut untuk deteksi dini, kemudian melakukan re-check lebih lanjut, dan didapati hasil yang efektif.

"Indikasi rematik itu ada banyak, dan alat kami bertugas untuk memvisualisasi hasil dari kuku yang telah difoto untuk diidentifikasi lebih lanjut," katanya.

Baca Juga: Yayasan Amway Peduli dan UC Surabaya Gelar Edukasi Kesehatan Anak Muda

Lebih lanjut, para mahasiswa yang membuat alat tersebut adalah Nuri Vhirdausia, Frenischa Yincenia W, dan Desta Karina yang merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes), serta ada juga Abi Mufid Octavio dan Muhammad Lutfi yang merupakan mahasiswa Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT).

Abi bersama dengan timnya juga mengalami kendala kesulitan dalam pembuatan alat ini. Para mahasiswa ini memerlukan waktu lebih dari satu bulan untuk mengembangkan inovasi tersebut.

Rencananya, alat tersebut akan dibuat secara massal. Hal ini untuk menambah ragam inovasi dalam dunia kesehatan.

"Biaya produksinya sebesar Rp7 juta. Kedepan kami akan menjalin kerja sama dengan perusahaan yang nantinya dapat dikomersilkan," ungkapnya.

Baca Juga: Ketika Riset Menjadi Administrasi, Negara Kehilangan Senjata

Terakhir, dia berharap lewat inovasinya bersama timnya dapat memberikan warna baru dalam dunia kesehatan.

"Sehingga, masyarakat dapat mengidentifikasi sejak dini terindikasi gejala dari penyakit rematik, dan pasien dapat segera dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pengobatan lebih lanjut," katanya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.