Rabu, 17 Jun 2026 13:32 WIB

Dokter RSUD Sidoarjo Ingatkan Anak Mudah Sakit di Puncak Musim Kemarau, Waspada!

Dokter spesialis anak RSUD R.T Notopuro Sidoarjo, dr. Bagus Samsu Tri Nugroho Sp.A. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com).
Dokter spesialis anak RSUD R.T Notopuro Sidoarjo, dr. Bagus Samsu Tri Nugroho Sp.A. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com).

jatimnow.com - Cuaca panas berdampak pada kesehatan tubuh terlebih pada anak-anak. Dokter spesialis anak RSUD R.T Notopuro Sidoarjo, dr.Bagus Samsu Tri Nugroho Sp.A menyampaikan, banyak anak-anak dirawat karena infeksi saluran pernafasan akut, diare dengan dehidrasi, dan demam berdarah.

"Ini masuk puncak kemarau pancaroba dengan sesekali hujan, jadi penyakit demam berdarah juga memuncak. Demam berdarah di semester awal ada sekitar 300 pasien, sementara pasien pencernaan ada sekitar 200 orang dengan beragam jenis," ucapnya, Senin (5/8/2024).

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Banyaknya pasien anak, menurutnya, disebabkan karena adanya pengaruh kebersihan dan kurangnya pengawasan sehingga mengalami infeksi gangguan pencernaan.

"Ada kuman yang masuk lewat mulut ke pencernaan, kaitannya dengan musim kemarau dimana cuacanya panas, penggunaan air bersih berkurang sehingga banyak kotoran, sarang lalat hinggap di makanan sehingga menyebabkan sakit. Ditambah jajan sembarangan dan kurang bersih akan menyebabkan berbagai penyakit dari kontaminasi penyebab diare," jelasnya.

Sementara, lanjutnya, kurangnya kebersihan makanan yang tidak diimbangi dengan minum yang cukup juga melemahkan daya tahan tubuh si anak, baik di pencernaan maupun saluran nafas yang menyebabkan sakit.

dr. Bagus menghimbau bagi masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan di puncak kemarau saat ini.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

"Imbauan secara umum tetap jaga kesehatan dan kebersihan dengan cara istirahat cukup, makan makanan yg bergizi, selalu mencuci tangan, konsumsi makanan lengkap dan seimbang, minum air cukup, sebab apabila kurang konsumsi cairan, daya tahan anak lemah dan akan timbul penyakit ISPA dan diare," ucapnya.

Sementara itu, salah satu ibu pasien anak, Ike (35) menyampaikan bahwa sang buah hati mengalami diare akibat jajan sembarangan.

"Gara-gara jajan sembarangan, mau berangkat sekolah gak jadi sekolah katanya pusing, terus panas, tiba-tiba bolak-balik ke kamar mandi, dikasih oralit sendiri, gak selesai, akhirnya saya bawa ke RSUD," tuturnya.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

Sejak dirawat di RSUD R.T. Notopuro, tuturnya, kini kondisi sang buah hati sudah membaik.

"Alhamdulillah sekarang sudah baikan dari sejak dirawat pada Jumat (2/8/2024)," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.