Jumat, 12 Jun 2026 19:08 WIB

11 Daerah di Jatim Masih Ditemukan Penderita Stunting

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dr. Kohar Hari Santoso di ruangannya, Kamis (20/9/2018).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dr. Kohar Hari Santoso di ruangannya, Kamis (20/9/2018).

jatimnow.com — Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dr. Kohar Hari Santoso mengklaim bahwa jumlah penderita stunting di Jawa Timur pada tahun 2017 lalu, masih terbilang normal dibandingkan angka nasional sebanyak 27,6 persen.

Hal itu terungkap saat ditanya masih adanya 26,2 persen penderita gizi buruk di Jatim.

Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo

"Di Jatim sendiri, masih ada sekitar 11 daerah yang ditemukan penderita stunting. Untuk jumlahnya saya lupa. Harus lihat data validnya," jelas Kohar saat ditanya melalui selularnya, Kamis (20/9/2018).

Kohar menjelaskan 50 persen penderita stunting itu disebabkan karena minimnya pengetahuan masyarakat dalam hal pencegahan. Sedangkan 25 persennya lagi, disebabkan faktor kemiskinan dan sakit.

"Minimnya pengetahuan masyarakat dalam hal pencegahan menjadikan penyebab terjadinya stunting. Sedangkan faktor lainnya, disebabkan kemiskinan dan faktor sakit," jelasnya.

Berkaitan dengan persoalan stunting di Jawa Timur, tentunya tidak terlepas dari pemahaman orang tua terhadap pencegahan stunting anak sejak dini, agar tidak terjadinya gizi buruk pada anak.

Selain itu, pemahaman orang tua terhadap pola makanan yang cocok untuk tumbuh kembang anak.

"Pola makan itu perlu. Kira-kira makanan apa yang baik untuk anak. Dan yang terakhir dilakukan pemeriksaan kesehagan bayi secara rutin baik ke puskemas, posyandu dan rumah sakit," terangnya.

Ia juga menjelaskan program Dinas Kesehatan dalam menangani berbagai permasalahan ini. Salah satunya dengan menggelar bulan timbang yang mewajibkan kepada para orang tua yang memiliki balita untuk melakukan penimbangan. Program ini biasanya dilakukan dua kali dalam setahun.

Baca Juga: Yayasan Amway Peduli dan UC Surabaya Gelar Edukasi Kesehatan Anak Muda

"Biasanya kita lakukan di Bulan Februari dan Agustus. Disamping para orang tua melakukan pemeriksaan secara rutin di Posyandu, kita juga melihat bagaimana perkembangan anak di bulan timbang itu,” tegasnya.

Kohar menambahkan, Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Timur bekerjasama dengan seluruh lapisan masyarakat mengajak untuk sama-sama mendukung pemahaman tentang gizi anak di masyarakat.

"Kita selalu mengajak lapisan masyarakat dan sering mengadakan penyuluhan untuk mengurangi angka stunting di Jatim," pungkasnya.

 

Baca Juga: Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA 2026

 

 

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.