Jumat, 19 Jun 2026 12:54 WIB

Stunting Tahun Lalu Jember Tertinggi di Jatim, Kini Urutan Keempat

  • Penulis : Sugianto
  • | Kamis, 01 Agu 2024 18:30 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, dr. Hendro Soelistijono. (Foto: Diskominfo Jember)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, dr. Hendro Soelistijono. (Foto: Diskominfo Jember)

jatimnow.com - Kabupaten Jember pada tahun 2023 lalu menjadi tertinggi dalam kasus stunting di Jawa Timur. Sedangkan untuk tahun 2024 ini, sudah mengalami penurunan dengan berada urutan nomor 4 tertinggi.

"Kalau dilihat dari hasil SKI (Survei Kesehatan Indonesia) sebelumnya kita 34,9 persen dan kemudian turun menjadi SKI berikutnya 29,7 persen. Artinya, sudah turun 5,2 persen dalam setahun, dan itu luar biasa sebetulnya capaiannya," kata Kepala Dinas Kesehatan, dr. Hendro Soelistijono, Kamis (1/8/2024).

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Menurut Hendro, hasil SKI itu tidak total populasinya, hanya mengambil sekitar 9 ribu. Akan tetapi, penimbangan terakhir yang sudah menggunakan antropometri terlihat sebesar 7,27 persen penurunan stuntingnya.

"Itu riil yang dilakukan penimbangan dari rumah ke rumah, by name by address. Kurang lebih 150 ribu balita saat ini," sebutnya.

Hendro mengaku tidak mempermasalahkan hasil survei yang hanya 9 ribuan.

"Kalau kita jelas, ada nama, alamat, timbangan, tinggi badan, dan lengkap," terangnya.

Kadinkes menegaskan, untuk saat ini Kabupaten Jember sudah tertinggi lagi stuntingnya. Karena yang dia lakukan memakai metode survei yang diyakini kebenarannya.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jember Capai 6,35 Persen, Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang

"Tidak masalah, tapi kenyataan kita bukan tertinggi lagi. Kita sudah luar biasa dalam satu tahun, mampu menurunkan 5 persen dan itu merupakan effort yang luar biasa, saya kira itu tidak mudah," tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Jember sekarang, gencar melakukan percepatan penurunan stunting, baik pemberian makanan tambahan kepada ibu hamil, PMT untuk balita stunting, pendampingan ibu hamil, permasalahan gizi dan sebagainya.

Selain itu, Bupati dan Wakil Bupati Jember juga mengimbau para ASN untuk menjadi orang tua asuh bagi anak stunting.

Kedepan, pendampingan yang dilakukan semua ASN akan kita tingkatkan menjadi pendampingan seluruh masyarakat.

Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis

"Jadi di sini pendampingan bukan membantu, hanya membantu, mengawasi, memastikan balita stunting itu mendapat bantuan," bebernya.

"Memastikan balita stunting itu, memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan, memastikan balita stunting, orang tua asuhnya untuk dapat pelayanan kesehatan secara gratis dan mendapat bantuan secara gratis," pungkasnya.

Dengan harapan, agar anak yang stunting benar-benar mendapatkan bantuan dan tepat sasaran. Sehungga orang tua asuh diminta untuk melakukan pengawasan saja.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.