Kamis, 18 Jun 2026 01:11 WIB

Warga Kedungpeluk Sidoarjo Surati Presiden, Kemensekneg Datangi Jembatan Ambruk

Asisten deputi pengaduan masyarakat Kementerian Sekretaris Negara Dr. Jaswan Boris Muda Harahap, S.IP, M.Si (rompi biru) bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Sidoarjo, Eko Dwi Saptono, S.Sos, MM, MT saat mengunjungi lokasi jembatan Kedung
Asisten deputi pengaduan masyarakat Kementerian Sekretaris Negara Dr. Jaswan Boris Muda Harahap, S.IP, M.Si (rompi biru) bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Sidoarjo, Eko Dwi Saptono, S.Sos, MM, MT saat mengunjungi lokasi jembatan Kedung

jatimnow.com - Ambruknya Jembatan Kedungpeluk, Candi, Sidoarjo mendapat perhatian khusus dari Kementerian Sekretaris Negara.

Asisten Deputi Pengaduan Masyarakat Kementerian Sekretaris Negara Dr. Jaswan Boris Muda Harahap, S.IP, M.Si mendatangi lokasi dan mengatakan bahwa kedatangannya merupakan upaya tindak lanjut surat warga kepada kepada Presiden mengenai ambruknya Jembatan Kedungpeluk Candi Sidoarjo.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

"Dari surat warga kepada Presiden, kami kemudian koordinasi dengan pemerintah daerah, bagaimana solusi tercepat agar permasalahan ini bisa selesai. Alhamdulillah sudah ada langkah-langkah, semoga segera tertangani," ucapnya Rabu (31/7/2024).

Ia melanjutkan dari hasil cek lapangan, jembatan Kedungpeluk merupakan jembatan vital sebagai satu-satunya akses warga.

"Telah kita perhatikan, jembatan ini sangat vital, dimana mobilitas kendaraan sangat masif, jadi harus segera dibangun. Hanya menunggu sebagian material yang mungkin hari Kamis sudah tiba dan Jumat sudah dilakukan instalasi, mudah-mudahan insyallah tahun ini terbangun," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Sidoarjo, Eko Dwi Saptono, S.Sos, MM, MT menyampaikan bahwa Pemkab Sidoarjo telah merancang beberapa kegiatan dalam rangka percepatan untuk pembangunan jembatan yang roboh pada 2 minggu yang lalu.

"Pertama kami fasilitasi terkait pembangunan jembatan bailey. Direncanakan jembatan mampu menopang kendaraan dengan ganda di atas 20 hingga 30 ton dengan lebar kurang lebih 4 meter dengan panjang 24 meter," terangnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan informasi yang didapat dari PUBM Provinsi Jawa Timur bahwa mulai besok material pembangunan jembatan bailey akan datang.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

"Insyaallah, Hari kamis besok informasi PUBM prov Jawa Timur material bailey sudah datang total. Sehingga hari Jumat, jika tidak ada halangan nanti akan langsung instalasi, paling cepat 3 hari, paling lama 6 hari," tutur Eko.

Ia juga menanggapi mengenai jembatan sementara yang dibangun oleh warga secara swadaya.

"Mengenai jembatan sementara yang dibangun oleh warga, kami pihak PUBM Sidoarjo pada prinsipnya mempersilakan untuk digunakan, tapi perlu diingat bahwa jembatan ini belum terhitung kekuatan kemampuannya seperti apa, jadi jangan sampai menimbulkan pasal baru sampai bailey selesai dalam 1 mingguan ini," ujarnya.

Secara teknis terkait pembangunan jembatan permanen, ia bersama pihaknya telah menyampaikan kepada Plt Bupati Sidoarjo dan telah dipersiapkan juga anggaran secara khusus.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

"Kami sudah bersurat, sudah ada anggaran yang disiapkan dalam minggu ini, insyallah rencana yang kami buat
sudah selesai dan insyaallah pertengahan Agustus ini sudah dapat dimulai pembangunan jembatan permanen. Paling cepat pengerjaan 2 bulan, jika ada kendala maksimal 3 bulan dengan anggaran APBD senilai Rp2,5 miliar," ungkapnya.

Mengenai kontruksi jembatan, Eko menyebut tidak menggunakan konstruksi gider karena membutuhkan waktu lama dan konstruksi yang dibangun lebih tinggi dari sebelumnya.

"Tidak menggunakan konstruksi gider, namun secara teknis kami mempertimbangkan jagaan air dengan membangun jembatan memakai konstruksi seperti di bundaran tanggul angin dengan kekuatan di atas 20 ton," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.