Rabu, 17 Jun 2026 05:35 WIB

Bupati dan DPRD Trenggalek Sepakati Kebijakan Umum dan Prioritas Plafon P-APBD

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat menandatangani kesepakatan dengan DPRD Trenggalek. (Foto: Prokopim Trenggalek)
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat menandatangani kesepakatan dengan DPRD Trenggalek. (Foto: Prokopim Trenggalek)

jatimnow.com - Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin dan DPRD Trenggalek sepakati kebijakan umum dan prioritas plafon anggaran Perubahan APBD tahun anggaran 2024. Keduanya dituangkan dalam nota kesepakatan antara Bupati Trenggalek dan DPRD Trenggalek dalam sidang paripurna yang digelar di Gedung Graha Paripurna DPRD.

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin ini mengatakan salah satu prioritasnya tetap pada upaya mempertahankan nol kemiskinan ekstrem dan juga optimalisi pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan anggaran. Hal tersebut dibahas dalam rapat paripurna ini.

Baca Juga: Wabup Syah Serahkan Sapi Kurban Prabowo di Trenggalek, Dibeli dari Pogalan

"Agendanya persetujuan rancangan awal menjadi nota kesepahaman sebelum nanti ditetapkan sebagai APBD Perubahan," ujarnya, Senin (29/7/2024).

Mas Ipin menjelaskan fokus APBD tetap pada upaya program nol kemiskinan ekstrem. Selain itu pembangunan infrastrutur juga menjadi prioritas. Hal ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga: Bupati Trenggalek Harap Koperasi Merah Putih Berjalan Sesuai Harapan Prabowo

"Jadi meskipun fiskal kita cukup terbatas, kita upayakan tetap menyisir anggaran tersebut untuk fokus di hal-hal anggaran infrastruktur," imbuhnya.

Sedangkan untuk APBD di tahun 2025, Bupati Trenggalek menyinggung mengenai krisis iklim dan krisis pangan.

Baca Juga: Hadiri Sarasehan, Pemkab Trenggalek Mengkaji Penerbitan Obligasi Daerah

"Tahun 2025 kita menghadapi krisis iklim dan krisis pangan. Dan tentunya lebih banyak, salah satunya dipertanian yang ramah lingkungan," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.