Senin, 22 Jun 2026 13:45 WIB

Mengunjungi Desa Penghasil Kerupuk Terbesar di Jember Beromzet Rp40 Juta

  • Penulis : Sugianto
  • | Senin, 29 Jul 2024 14:07 WIB
Pabrik kerupuk yang ada di Desa Plalangan. (Foto: Cindy for jatimnow.com)
Pabrik kerupuk yang ada di Desa Plalangan. (Foto: Cindy for jatimnow.com)

jatimnow.com - Salah satu penghasil kerupuk terbesar di Jember berada di Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat. Dalam sebulan omzetnya bisa mencapai Rp40 juta.

Beberapa tahun terakhir, desa ini berhasil meningkatkan pemasaran kerupuk secara signifikan. Pemasarannya hingga ke berbagai daerah, bahkan sampai ke Kabupaten Banyuwangi.

Baca Juga: Temui Massa Aksi, DPRD Jember Siap Kawal Aspirasi Program Makan Bergizi Gratis

Ada beberapa pabrik kerupuk di Desa Plalangan. Setiap pabrik memiliki alat produksi yang berbeda, baik dari mesin cetaknya, ovennya, atau model penggiling bahan baku pembuatan kerupuk.

Meskipun demikian, semua peralatan yang digunakan oleh pabrik-pabrik tersebut masih membutuhkan tenaga manusia untuk mengoperasikannya. Terdapat sekitar 15-20 pekerja dalam satu pabrik.

Menurut Kepala Urusan Desa Plalangan, Sukarto, produksi kerupuk di desa ini telah menjadi salah satu sumber mata pencaharian utama bagi warga.

Selain itu, produksi kerupuk tersebut telah membantu meningkatkan perekonomian desa secara keseluruhan. Hal ini didukung dengan pernyataan dari salah satu pemilik pabrik kerupuk, Ghufron.

"Kebanyakan yang kerja di sini adalah tetangga saya sendiri, dan omzet saya sebulan itu kisaran 40 juta," ujar Ghufron, Senin (29/7/2024).

Baca Juga: Kodim 0824 Jember Fasilitasi Ratusan Warga Ikuti Operasi Katarak Gratis

Berdasarkan bahannya, ada 2 jenis kerupuk yang diproduksi oleh pabrik-pabrik di Desa Plalangan, yakni kerupuk bawang dan kerupuk ikan.

Kerupuk bawang dibuat dari bahan baku lokal yang melimpah, sedangkan kerupuk ikan dibuat dari bahan baku lokal dengan tambahan olahan ikan tengiri dan ikan layang biru.

Pabrik kerupuk di Desa Plalangan mampu memproduksi 2 sampai 4 kuintal atau setara dengan 40.000 sampai 80.000 keping kerupuk per hari.

Baca Juga: Usung Empat Tuntutan, Mahasiswa Gelar Aksi Unjuk Rasa di Kantor DPRD Jember

Produksi tersebut tidak berhenti pada musim hujan, karena proses pengeringan kerupuk telah dibantu dengan oven pada pabrik tertentu.

Setiap hari, pabrik kerupuk di Desa Plalangan mendistribusikan produknya ke berbagai daerah. Sebagian produksi kerupuk yang matang didistribusikan ke berbagai kedai makan dalam kemasan kaleng.

Meluasnya pemasaran tersebut, membuktikan bahwa produk tersebut memiliki cita rasa yang luar biasa, serta kualitas dan harga yang sesuai dengan minat masyarakat.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.

Hilang Kendali, Dua Pemotor Asal Nganjuk Tewas Terjun ke Waduk Kalimati Sidoarjo

Dua pengendara motor tewas tenggelam usai tercebur ke Waduk Kalimati, Prambon, Sidoarjo. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jasad keduanya pada Senin dini hari.