Senin, 15 Jun 2026 03:30 WIB

Guru Mogok Ngajar, Siswa Berkeliaran di Sekitar Sekolah

  • Penulis :
  • | Kamis, 20 Sep 2018 15:49 WIB
Siswa sekolah yang terlihat bermain di dalam kelas karena tak ada guru, Kamis (20/9/2018)
Siswa sekolah yang terlihat bermain di dalam kelas karena tak ada guru, Kamis (20/9/2018)

jatimnow.com - Aksi mogok mengajar Guru Tidak Tetap (GTT) Sekolah Dasar di Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, (20/09/2018) membawa dampak.

Guru yang tersisa di sekolah kewalahan mengurusi para siswanya. Meskipun begitu para guru yang sudah berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) atau biasa disebut pegawai negeri sipil (PNS) ini berupaya untuk tetap melangsungkan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Seperti yang terlihat di SDN Karanganom 3, para siswa banyak berkeliaran di sekitar sekolah saat jam pelajaran. Sebagian dari mereka memilih tetap berada dalam kelas meskipun gurunya tidak ada.

Mereka menyibukkan waktu untuk bermain dan belajar di kelas. "Tidak tahu gurunya dari pagi tidak masuk," ujar Jesica, siswa kelas 3.

Dwi Murtingingsih, salah seorang guru ASN di sekolah ini mengaku kewalahan untuk mengatur siswa di setiap kelas. Total tenaga pendidik di sekolah ini sebanyak 13 orang.

Dari jumlah tersebut hanya tiga guru yang berstatus ASN. Sedangkan 10 guru lain masih berstatus sebagai GTT, dan semuanya tidak mengajar hari ini.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Kewalahan pasti tapi kami berusaha agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung," tuturnya.

Untuk mengatasi kondisi ini, Dwi beserta dua rekan guru lain berbagi tugas. Selain memberikan tugas ke setiap kelas, setiap guru juga menghandle dua kelas.

Mereka bertanggungjawab atas ketertiban semua kelas. Meskipun begitu para siswa tetap berkeliaran di luar kelas. "Ditinggal sebentar mereka sudah ribut," imbuhnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Keberadaan para GTT di sekolah dasar sangat dirasakan manfaatnya. Terlebih rata-rata setiap SD hanya mempunyai tiga hingga lima guru ASN.

Adanya pembatasan usia dalam proses rekrutmen tahun ini membuat para GTT melakukan aksi mogok mengajar.

"Kami berharap teman-teman GTT mendapatkan kebijakan dari pemerintah sehingga bisa kembali mengajar di SD," harap Dwi.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.