Kamis, 18 Jun 2026 08:25 WIB

Nelayan Tolak Pembangunan Surabaya Waterfront Land, Sosialisasi Hujan Interupsi

Interupsi salah satu nelayan. (Foto-foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Interupsi salah satu nelayan. (Foto-foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sahutan interupsi mengiringi sosialisasi rencana reklamasi laut untuk pembangunan Surabaya Waterfront Land (SWL) di Kota Pahlawan, Rabu (24/7/2024).

Mayoritas dari nelayan Surabaya menginterupsi hasil kajian PT Granting Jaya yang dianggap masih dangkal.

Baca Juga: Warning BMKG, Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Selatan Jatim 2-5 Juni 2026

Para nelayan berteriak, pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) ini akan mengganggu ekosistem laut Surabaya. Salah satu nelayan Surabaya, Mukminin mengungkap proyek pembangunan SWL dapat merusak Surabaya.

"Proyek ini akan membuat Surabaya terapung," teriak Mukminin, disahuti dukungan dari nelayan lain.

Pantauan jatimnow.com di lokasi, mayoritas nelayan mementahkan setiap argumen rencana pembangunan SWL ini.

Mereka khawatir, reklamasi tersebut selain mengganggu ekosistem laut, juga dikhawatirkan membawa dampak negatif untuk Kota Pahlawan dalam jangka panjang.

"Kami tetap tidak sepakat," sahut nelayan lain.

Baca Juga: Daftar Wisata Surabaya Paling Hits untuk Melepas Penat Hari Minggu

Prof Fuad salah satu akademisi saat pemaparanProf Fuad salah satu akademisi saat pemaparan

Sosialisasi kian tegang saat salah satu nelayan meminta pada PT Granting Jaya untuk membuka kembali road map peta wilayah yang akan di reklamasi.

Berlanjut pada skenario forum yang menghadirkan salah satu pentolan serikat nelayan yang status keanggotaannya tak diakui oleh mereka.

Menanggapi sikap para nelayan, Juru Bicara sekaligus Direktur Operasional PT Granting Jaya Agung Pramono selaku calon pengelola proyek, menjanjikan pada nelayan proyek ini akan menyerap banyak lapangan pekerjaan untuk nelayan.

Baca Juga: Pos Basarnas Trenggalek Evakuasi Nelayan Asal Situbondo yang Ditemukan Terapung

"Selama proses reklamasi peluang pekerjaan di sini pastinya ada," kata Agung.

Sosialisasi di Atlantis Land, Kenpark, Surabaya ini juga menghadirkan pengelola Kenjerak Park (Kenpark) Setiaji Yudho, dan salah satu akademisi Prof Fuad yang menjelaskan tentang rasionalisasi reklamasi dampak lingkungan.

Para nelayan yang hadir terdiri dari persatuan nelayan, ada dari Sukolilo, Wonorejo, Kenjeran, dan beberapa kecamatan lain.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.