Selasa, 16 Jun 2026 12:21 WIB

Pemerhati Pendidikan Sidoarjo Ajak Orang Tua Simpan Handphone saat Bersama Anak

Pemerhati anak, Dyan Mukti Rahayu, ST atau Bunda Didi. (Foto: Dyan Mukti Rahayu, ST for jatimnow.com).
Pemerhati anak, Dyan Mukti Rahayu, ST atau Bunda Didi. (Foto: Dyan Mukti Rahayu, ST for jatimnow.com).

jatimnow.com - Peringatan Hari Anak Nasional ke-40 jatuh pada 23 Juli 2024 mengusung tema Anak Terlindungi, Indonesia Maju memberi arti khusus mengenai pentingnya akan tumbuh kembang anak sebagai penerus generasi bangsa.

Pemerhati pendidikan anak, sekaligus konsultan kreatifitas untuk sekolah, guru dan anak, Dyan Mukti Rahayu, ST atau yang dikenal dengan sebutan Bunda Didi menyampaikan cara untuk mewujudkan generasi berkualitas perlu didukung oleh peran orang tua dan lingkungan sekitar.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

"Salah satu upaya pemerintah untuk menangani situasi seperti ini adalah mengajak para orangtua dan masyarakat sekitar semakin peduli, selalu ada untuk anak-anaknya, menjadi tempat bercerita dan saling menjaga komunikasi 2 arah. Salah satunya adalah dengan melakukan gerakan menyimpan handphone bagi orang tua," ucapnya kepada jatimnow.com, Selasa (23/7/2024).

Ia melanjutkan, gerakan menyimpan handphone orang tua sangat berdampak besar bagi tumbuh kembang anak-anak.

"Bila sedang bersama anak-anak, sebaiknya orang tua bisa mematikan handphone untuk sementara waktu, karena anak-anak membutuhkan perhatian, pelukan, menatap mata orangtua dan saling menjaga hati," jelasnya.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Hal ini, menurutnya, karena anak-anak memerlukan contoh pendidikan yang baik dari rumah, sehingga ibu dan ayah harus sepakat menjadi orangtua yang beriringan, harmoni dan selaras dalam mengasuh tumbuh kembang anak.

"Tidak bisa dipungkiri, anak-anak sekarang bahkan dari batita, balita, masa pertumbuhan sampai remaja, sangat pintar, kritis, cerdas, kreatif. Bahkan sangat kritis dan detail dalam mengartikan dan melihat suatu keadaan. Jadi sebaiknya kita bersama-sama menjadi orangtua yang smart, yang bisa menjawab dengan logika, mencari sumber kebenaran dan kenyataan yang ada," imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, gerakan menyimpan handphone oleh orangtua dapat mengurangi intensitas kegemaran anak pada kecanduan terhadap handphone.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

"Dengan gerakan tersebut, maka akan berdampak pada minimalisir dan menghindarkan anak-anak untuk melihat cerita-cerita dan berita-berita yang kurang baik, misalnya tentang kekerasan, bullying, dan hal-hal yang kurang patut dilakukan oleh anak-anak yang cenderung meniru dan melakukan," ujar Bunda Didi yang juga sebagai anggota pengurus Forum Paud Provinsi Jawa Timur dan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) Provinsi Jawa Timur ini.

Ia menegaskan, tidak hanya pendekatan pribadi dari orangtua saja yang dibutuhkan, namun juga pendidik, keluarga, lingkungan sekitar juga dibutuhkan untuk mengedukasi anak-anak dengan kelembutan dan nilai-nilai positif beserta contoh-contoh yang baik dan religius.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.