Rabu, 17 Jun 2026 13:45 WIB

63 Ribu Ekor Ayam Potong di Tulungagung Ludes Terbakar

Petugas saat berusaha memadamkan kobaran api. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petugas saat berusaha memadamkan kobaran api. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kandang ayam potong di Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, ludes dilalap si jago merah. Kandang tersebut diketahui milik Saiful Maskur yang berisi 63 ribu ekor ayam potong.

Akibat kejadian ini, pemilik kandang peternakan ayam broiler itu mengalami kerugian hingga milyaran rupiah.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Salah seorang keluarga korban, Edi Wiyono mengatakan awalnya, dari arah lantai tiga kandang ini terdengar suatu ledakan. Setelah itu, timbul api dan dengan cepat menjalar pada bangunan. Kobaran api yang besar ini, akhirnya melahap seluruh bangunan kandang peternakan ayam broiler yang memiliki tiga lantai ini.

"Operasional kandang pakai listrik, tiap malam full listrik, kalau pagi dikurangi. Terus juga ada gas, tetapi cuma untuk membantu operasional pada malam hari saja. Kandang ini masih beroperasi 3 kali panen, kurang lebih 1 tahunan," ujarnya, Senin (22/7/2024).

Sementara itu, Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, Artista Nindya Putra mengatakan, pihaknya mendapat bantuan dua truk tangki dari BPBD Tulungagung untuk membantu proses pemadaman ini.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Lokasi kandang yang terletak di tengah sawah membuat kobaran api sulit dipadamkan. Petugas memerlukan waktu hingga dua jam untuk memadamkannya.

"Tadi kendala kami karena lokasi kandang di tengah sawah, sehingga anginnya kencang dan api sulit dijinakkan. Pemadaman memerlukan waktu kurang lebih 2 jam," tuturnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Menurut Artista, sebenarnya konstruksi bangunan kandang peternakan ayam broiler tersebut sudah sangat bagus, lantaran di dalamnya juga terdapat alat pemadam kebakaran ringan (APAR). Hanya saja, pihaknya menyayangkan jika SDM berupa pekerja di dalam kandang tersebut belum dilatih untuk menggunakan alat itu.

"Kebakaran ini berskala besar. Pada saat kebakaran, sebenarnya ada pekerja di dalamnya, tetapi untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat ini Tim Inafis Polres Tulungagung masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.