Rabu, 17 Jun 2026 03:55 WIB

Protes Aturan Rekrutmen Pegawai, Guru SD di Tulungagung Mogok Mengajar

  • Penulis :
  • | Kamis, 20 Sep 2018 12:31 WIB
Para guru di Tulungagung yang menggelar aksi memprotes kebijakan rekrutmen CPNS, Kamis (20/9/2018)
Para guru di Tulungagung yang menggelar aksi memprotes kebijakan rekrutmen CPNS, Kamis (20/9/2018)

jatimnow.com - Ratusan Guru Tidak Tetap (GTT) sekolah dasar di Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, menggelar aksi mogok mengajar.

Aksi ini merupakan bentuk penolakan GTT, terkait proses rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau kini disebut aparatur sipil negara (ASN) tahun ini.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Dalam rekrutmen tersebut pemerintah pusat membatasi usia pendaftar maksimal 35 tahun. Akibatnya banyak GTT yang berusia di atas 35 tahun tidak bisa mendaftar. Padahal mereka sudah mengabdi menjadi guru selama puluhan tahun.

Adanya pembatasan usia dalam rekrutmen CPNS tahun ini, membuat para GTT kecewa. Harapan mereka untuk bisa mendaftar CPNS pupus dengan aturan ini.

Padahal kondisi di lapangan banyak guru diatas 35 tahun yang sudah mengabdi lama. Untuk wilayah Kecamatan Kauman total terdapat 300an GTT. "Dari jumlah tersebut 70 persennya berusia diatas 35 tahun," ungkap Koordinator GTT Sekolah Dasar, Ryan Dedy Prayitno.

Menurutnya peraturan tersebut tidak memihak nasib para GTT. Jumlah formasi bagi guru yang termasuk dalam kategori K2 juga dinilai sangat kurang. Dari total formasi sebanyak 546 orang, untuk kategori K2 hanya diambil 3 orang saja.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Padahal jumlah K2 di Kabupaten Tulungagung mencapai 50 orang. "Sangat tidak memihak, kasihan guru K2 yang sudah mengabdi lama namun tidak juga diangkat menjadi CPNS," imbuhnya.

Lusiana, salah seorang GTT yang ikut aksi menilai selama ini pemerintah kurang memperhatikan nasib guru. Rata rata GTT ini mendapatkan gaji dari sekolah berkisar antara Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu per bulannya.

"Bagi yang beruntung mendapatkan tambahan uang transportasi dari pemkab yang cairnya tiga bulan sekali," imbuhnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Aksi ini rencananya akan terus dilakukan oleh para guru hingga pemerintah memberikan kebijakan. Mereka berencana akan menggelar aksi yang lebih besar, jika pemerintah tidak segera melakukan revisi UU ASN no 5 tahun 2014, yang memuat peraturan pembatasan usia dalam rekrutmen CPNS.

"Harus ada kejelasan nasib guru, mereka sudah berjuang mencerdaskan anak bangsa," pungkasnya.

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.