Jumat, 12 Jun 2026 11:16 WIB

Warga Desa Kedungpeluk Sidoarjo Minta Jembatan Bailey Segera Dipasang

Suasana aksi demo jembatan ambruk warga Desa Kedungpeluk Candi Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Suasana aksi demo jembatan ambruk warga Desa Kedungpeluk Candi Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Warga Desa Kedungpeluk, Kecamatan Candi Sidoarjo meminta pemerintah segera memasang jembatan bailey atau jembatan sementara, menggantikan jembatan yang ambruk.

Kemarin, warga menggelar aksi di atas jembatan ambruk yang menjadi satu-satunya akses penghubung Desa Kalipecabean dengan Desa Kedungpeluk tersebut.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Koordinator Aksi, Kusnadi menyampaikan bahwa warga ingin pemerintah segera membangun akses jalan sementara karena saat ini warga, yang umummya para petani tambak kesulitan dalam mengangkut hasil panen mereka. 

"Warga ingin percepatan pembangunan akses warga, setidaknya diberikan bangunan jembatan sementara atau bailey, itu penting untuk mengangkut hasil panen warga petani tambak," ucapnya, Minggu (21/7/2024). 

Ia melanjutkan, warga resah karena saat ini kesulitan dalam mengangkut hasil panen, yang akhirnya warga harus bekerja lebih dengan biaya dua kali lipat. 

"Dalam mengangkut hasil panen harus dua kali, sehingga membutuhkan tambahan dana, dobel," jelasnya. 

Lebih lanjut, jembatan tersebut juga sangat penting bagi warga untuk memperoleh air bersih, karena bila tidak segera diperbaiki maka mobil pengangkut tidak bisa melintas menyalurkan air bersih ke warga Desa Kedungpeluk. 

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

"Akses yang terputus membuat air PDAM telat,” terangnya. 

Ia mengakui, meski pemkab sudah ada rencana untuk membangun jembatan sementara, namun pengerjaan baru dimulai 3 bulan ke depan. 

Baginya dan warga, jangka waktu tersebut dirasa cukup lama karena warga memerlukan akses untuk mengangkut hasil panen secepatnya, terlebih hasil panen nantinya diekspor ke berbagai negara. 

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

"Warga ingin pembangunan segera dipercepat agar akses untuk ekonomi Desa Kedung Peluk lancar," tutupnya. 

Sementara itu, salah satu warga Muhammad Usman menerangkan, mayoritas warga desa Kedungpeluk memiliki mata pencaharian sebagai petani tambak. Apabila jembatan tersebut tidak segera ada solusi, maka warga desa yang menggeluti tambak akan bangkrut. 

"Kalau begini terus, jembatan bailey tidak jadi dipasang warga desa yang pekerjaannya di tambak akan merugi. Karena pada saat pengiriman udang ekspor harus tepat waktu, namun karena jembatan ambrol, udang yang akan diekspor tersebut harus dioper ke kendaraan lain, pengoperan itu memakan waktu dan tambah biaya," kata Usman singkat.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.