Rabu, 17 Jun 2026 22:32 WIB

Pelajar Tulungagung Tenggelam di Sungai Brantas, 2 Hari Belum Ditemukan

Tim SAR gabungan melakukan proses pencarian terhadap korban. (Foto: Polres Tulungagung)
Tim SAR gabungan melakukan proses pencarian terhadap korban. (Foto: Polres Tulungagung)

jatimnow.com - Seorang pelajar di Kabupaten Tulungagung dilaporkan hilang tenggelam terbawa arus Sungai Brantas. Korban NCN (17), warga Desa Pucung Lor, Kecamatan Ngantru.

Hingga saat ini tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian terhadap korban. Dengan perahu karet mereka menyusuri sungai untuk menemukan korban.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Mujiatno mengatakan korban dilaporkan hilang pada Jumat (12/07/2024) sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat itu korban bersama 4 temannya sedang nongkrong di pinggir Sungai Brantas. Mereka kemudian memutuskan untuk mandi di sungai tersebut.

“Dari keterangan teman korban dengan lokasi tepatnya berada di Timur jambatan Ngujang 2 masuk Desa Pucunglor Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung," ujarnya, Minggu (14/07/2024).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Korban bersama temannya mencoba menyeberangi sungai ke sisi selatan. Saat berenang menyeberang sungai tersebut, korban terlihat seperti hilang kendali dan tenggelam terbawa arus sungai.

“Melihat itu teman korban minta tolong kepada warga sekitar untuk mencari korban, dan menghubungi keluarga korban, dari adanya kejadian tersebut, dari perangkat Desa Pucunglor Menghubungi Polsek Ngantru, dan selanjutnya dilakukan pencarian kepada korban," tuturnya.

Mereka juga meminta bantuan Pos Basarnas Trenggalek untuk melakukan proses pencarian. Hingga dua hari pencarian korban masih belum ditemukan. Proses pencarian dilanjutkan hari ini. Mereka membagi tim untuk mempermudah proses pencarian.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Tentunya kami menghimbau masyarakat untuk tidak berenang di Sungai Brantas, dikarenakan arusnya sungai tergolong deras," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.